Simalungun, Sinata.id – Bupati Simalungun, Dr H Anton Ahmad Saragih, menggelar rapat koordinasi darurat Jumat sore (28/11/2025), menanggapi bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara.
Rapat yang digelar mendesak ini diwarnai laporan langsung dari lapangan bahwa banjir akibat luapan Sungai Bahapal telah merendam sejumlah rumah warga di Kecamatan Bandar Masilam.
Merespons laporan dari Camat Bandar Masilam, Ida Royani Damanik, Bupati Anton Saragih segera mengambil tindakan.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan Camat Laut Tador, Kabupaten Batubara, dan menghubungi Bupati Batubara terkait upaya normalisasi Sungai Bahapal,” tegas Bupati.
Hal ini ditegaskan karena luapan sungai yang sama juga dilaporkan telah berdampak pada warga di wilayah tetangga tersebut.
Sebelum laporan banjir diterima, Bupati telah memimpin rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran Asisten, Staf Ahli, pimpinan perangkat daerah, serta para Camat dan Pangulu se-Kabupaten Simalungun via zoom meeting.
Dalam rapat itu, Bupati menginstruksikan kesiapsiagaan penuh kepada seluruh aparat. “Kabupaten Simalungun sangat luas, untuk itu saya perintahkan segenap jajaran untuk mempersiapkan diri sebelum bencana terjadi,” ujarnya.
Langkah konkret yang langsung diperintahkan termasuk pendirian posko di titik-titik rawan bencana.
Bupati juga menegaskan agar instansi terkait seperti BPBD dan Dinas Kesehatan meningkatkan kesiapan.
Dinas Kesehatan diminta segera menyiapkan tenaga medis dan mengaktifkan push-to-Pustu (Puskesmas Terpadu) untuk mengantisipasi wabah penyakit pasca-bencana seperti flu dan batuk.
Pesan kewaspadaan juga disampaikan Bupati untuk seluruh masyarakat Simalungun, meminta agar mereka tetap siaga, bahkan di tengah malam.
Rapat ini menandai aksi cepat Pemkab Simalungun dalam mengantisipasi dan menangani dampak dari cuaca ekstrem yang melanda kawasan Sumatera Utara. (*)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini