Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Indonesia dan Korea Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi Hingga Pertahanan

indonesia dan republik korea sepakat meningkatkan dan memperkuat kerja sama bidang ekonomi hingga bidang pertahanan.
Kerjasama tingkat tinggi Indonesia dan Korea. (Gambar ilustrasi)

Jakarta, Sinata.id – Indonesia dan Republik Korea sepakat meningkatkan dan memperkuat kerja sama bidang ekonomi hingga bidang pertahanan.

Kesepakatan tercapai pada pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Korea Lee Jae Myung di sela-sela Konprensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025, Sabtu 1 Nopember 2025.

Advertisement

Pertemuan di Hwabaek International Convention Center (HICO), Gyeongju, berlangsung dalam suasana akrab dan saling menghormati dalam membahas berbagai aspek kerja sama strategis antar kedua negara.

Mengawali pertemuan, Presiden Lee mengatakan, hubungan Republik Korea–Indonesia telah berkembang pesat dan mencakup berbagai sektor strategis. Sebutnya, kerja sama antara kedua negara telah mencapai tingkat kemitraan yang sangat tinggi.

“Republik Korea dan Indonesia telah membangun kerja sama di berbagai bidang dalam jangka waktu panjang. Seperti, bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, serta di bidang pertahanan dan keamanan. Dan kami telah membangun tingkat kerja sama ini ke tingkat yang sangat tinggi,” ujar Lee.

Baca Juga  10 Negara Naikkan Harga BBM Akibat Perang AS Iran, Dampak Energi Global Meluas

Pemimpin Republik Korea ini, juga mengapresiasi kemajuan kolaborasi kedua negara di bidang pertahanan. Khususnya dalam proyek pengembangan bersama pesawat tempur generasi baru KF-21.

Presiden Lee juga mengaitkan hubungan erat kedua negara dengan nilai-nilai historis yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955.

“Kita semua telah belajar dari sejarah. Indonesia telah memimpin pembentukan Semangat Bandung. Dan jika kita melihat elemen-elemen kunci dari Semangat Bandung, itu adalah keseimbangan, otonomi strategis, kerja sama, dan pragmatisme. Dan nilai-nilai itu merupakan pilar yang sangat kuat bagi kebijakan luar negeri Korea,” tutur Lee.

Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kemitraan erat yang telah terjalin antara Indonesia dan Republik Korea, baik pada sektor ekonomi maupun pertahanan.

Baca Juga  Pengawasan Umrah Diperketat demi Lindungi Jemaah

Prabowo menuturkan, selama satu tahun terakhir, komunikasi antara Pemerintah Indonesia dan pelaku industri Republik Korea telah berjalan intensif.

“Saya bertemu pemimpin industri dan bisnis Korea ketika mereka berkunjung ke Indonesia. Kami berdiskusi panjang lebar, dan kami sangat terbuka untuk partisipasi Korea yang berkelanjutan dalam perekonomian kami. Kami berharap dapat melanjutkan kerja sama tersebut,” ucap Prabowo.

Di bidang pertahanan, Presiden RI menegaskan, kerja sama yang telah berlangsung akan terus diperkuat. Termasuk dalam pembahasan lanjutan proyek pesawat tempur KF-21.

Presiden RI juga menjelaskan, bahwa proses negosiasi proyek tengah berjalan, dengan melibatkan pembahasan teknis antara kedua pihak.

“Negosiasi masih berlanjut, dan tentu saja negosiasi selalu bergantung pada faktor ekonomi, harga, dan skema pembiayaan. Jadi, saya rasa para menteri kami akan terus berdiskusi dengan tim Anda, dan tim teknis kami juga akan melanjutkan hal ini,” kata Prabowo.

Baca Juga  Insentif Guru Naik, Tunjangan Cair Tiap Bulan

Pertemuan di sela-sela KTT APEC tersebut, Prabowo juga menyampaikan tentang pentingnya penguatan kerja sama kebudayaan dengan Republik Korea.

Sebutnya, kolaborasi yang erat di bidang budaya dapat memicu pertumbuhan industri kreatif lokal, mendorong daya saing budaya Indonesia, serta mendongkrak sektor-sektor ekonomi strategis lainnya, seperti pariwisata. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini