Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Religi

Mengikut Yesus Sampai Akhir: Keteguhan Iman di Tengah Penganiayaan

kasih tidak sombong: refleksi iman kristen dari kisah daud dan goliat
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Oleh: Pdt Mis.Ev. Daniel Pardede., SH., MH.

Matius 5:10 (TB):

Advertisement

“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.”

Sahabat Kristus, firman ini mengingatkan kita bahwa menjadi pengikut Yesus bukan berarti hidup tanpa penderitaan. Sebaliknya, banyak orang yang setia kepada Kristus justru harus menghadapi aniaya, penolakan, bahkan kematian karena mempertahankan iman mereka.

Dari zaman para murid Yesus hingga masa kini, penganiayaan terhadap umat percaya telah menjadi bukti nyata bahwa dunia sering menolak terang. Semua murid Yesus, tanpa kecuali, mengalami penderitaan berat dan mati sebagai martir demi Injil.

Salah satu kisah yang menyentuh hati datang dari India — tentang seorang penginjil dan keluarganya yang dengan berani bersaksi bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Baca Juga  Renungan Pagi Kristen: Makna Ulangan 27:22 dan Larangan Inses dalam Perspektif Alkitab

Ketika sang kepala suku mengancam akan membunuh anaknya jika ia tidak menyangkal Yesus, penginjil itu menjawab dengan nyanyian penuh iman:

🎵 Mengikut Yesus keputusanku,
Kutak ingkar, kutak ingkar…

Anaknya pun dibunuh. Namun, ketika ancaman berlanjut kepada istrinya, penginjil itu tetap tidak goyah dan menyanyikan:

🎵 Mengikut Yesus walau sendiri,
Kutak ingkar, kutak ingkar…

Setelah istrinya dibunuh, sang kepala suku kembali menantang, tetapi sang penginjil tetap setia dan bersaksi dengan lagu yang kini dikenal di seluruh dunia:

🎵 Salib di muka, dunia di belakang,
Kutak ingkar, kutak ingkar…

Akhirnya, ia pun mati martir bersama keluarganya. Namun, melalui pengorbanan itu, seluruh desa tempat mereka dibunuh berbalik dan bertobat, menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka.

Baca Juga  Yesus Gembala Agung: Makna Kasih, Pengorbanan, dan Perlindungan Menurut Alkitab

Kisah iman seperti ini juga tercermin dalam perjalanan Rasul Paulus (dahulu Saulus), yang semula adalah penganiaya orang Kristen, tetapi setelah bertemu Yesus, ia meninggalkan segala kemuliaan dunia dan hidup sepenuhnya bagi Kristus (Filipi 3:2–16). Ia pun akhirnya mati dianiaya demi Injil.

Begitu pula di Indonesia, banyak hamba Tuhan yang setia hingga akhir meski menghadapi penderitaan, seperti almarhum Pdt. Mis. Ev. K.A.M. Yusuf Roni, Pdt. Mis. Ev. Hambran Hambri, dan Pdt. Mis. Ev. Mohammad K.C.
Mereka semua telah meneladankan arti sejati dari ayat ini:

“Barangsiapa setia sampai mati, ia akan menerima mahkota kehidupan.”
(Wahyu 2:10)

Sahabat Kristus, penganiayaan bukanlah akhir, melainkan jalan menuju kemuliaan. Dunia mungkin menolak kita, tetapi Surga menyambut mereka yang tetap setia.

Baca Juga  Hidup Berbahagia: Dilahirkan Kembali oleh Roh Kudus

Mari kita berkata setiap hari dengan iman:

“Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku.”
(Galatia 2:20)

Salib di muka, dunia di belakang — aku tak ingkar, aku tetap mengikut Yesus!
Shalom. (A27)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini