Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
News

Setelah Naik Tajam, Harga Emas Dunia Terancam Jatuh?

harga emas dunia sempat meroket hingga us$ 4.250 per troy ons sebelum terkoreksi akibat aksi profit taking.
Harga emas dunia sempat meroket hingga US$ 4.250 per troy ons sebelum terkoreksi akibat aksi profit taking. (Ilustrasi)

Sinata.idHarga emas dunia sempat meroket hingga US$ 4.250 per troy ons sebelum terkoreksi akibat aksi profit taking. Setelah mencatat lonjakan spektakuler selama beberapa pekan terakhir, logam mulia itu kini menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Pada perdagangan Jumat (17/10/2025), harga emas di pasar spot ditutup di level US$ 4.250,1 per troy ons, turun 1,81% dibandingkan sehari sebelumnya.

Advertisement

Penurunan ini diyakini sebagai dampak aksi ambil untung atau profit taking, wajar mengingat harga emas sudah melesat tinggi dalam waktu singkat. Meski sempat tergelincir di akhir pekan, emas masih menorehkan kenaikan 5,9% dalam sepekan dan 13,17% dalam sebulan terakhir. Sejak awal tahun 2025, performanya bahkan luar biasa, naik hingga 61,59%.

Baca Juga  Perjalanan Emosional Elon Musk: SpaceX Gagal 3 Kali, Tesla Hampir Bangkrut, dan Pernikahannya Kandas

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Naik Tipis, Antam Tembus Rp2,67 Juta per Gram

Naik Lagi atau Saatnya Waspada?

Secara teknikal, pergerakan emas masih bertahan di zona positif. Indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan angka 85, mengindikasikan momentum bullish yang kuat, namun sekaligus menandakan kondisi jenuh beli (overbought). Sinyal serupa juga muncul dari Stochastic RSI yang menyentuh level 98, memperkuat potensi koreksi jangka pendek.

Selain itu, indikator Average True Range (ATR) selama 14 hari berada di level 120, menandakan volatilitas tinggi akan mewarnai perdagangan emas dalam waktu dekat. Dengan kata lain, harga emas bisa bergerak liar, naik dan turun dengan cepat.

Baca Juga  Jadwal Liga Malam Ini, Jay Idzes Akan Tampil

Para analis teknikal kini memantau area pivot point di US$ 4.213 per troy ons. Jika harga gagal bertahan di atas titik tersebut, emas berpotensi menguji support pertama di US$ 4.032, yang merupakan Moving Average (MA) 5 hari.

Berita Lain: Pesawat Kargo Jatuh di Hong Kong, Satu Staf Hilang

Jika tekanan jual berlanjut, MA-10 di US$ 3.790 bisa menjadi target berikutnya, dengan level support paling ekstrem di US$ 3.675 per troy ons.

Sebaliknya, bila harga kembali menanjak, maka resisten terdekat berada di US$ 4.284. Penembusan di titik itu bisa mendorong harga menuju rentang US$ 4.354 hingga US$ 4.617, dan dalam skenario paling optimistis, bahkan menembus US$ 4.806 per troy ons.

Baca Juga  Kawanan Perampok Bersajam Serang Warga Belawan di Siang Bolong, Polisi Selidiki Identitas Pelaku

Meski banyak analis tetap percaya “langit masih jadi batasnya” bagi emas, tanda-tanda overheating tak bisa diabaikan. Emas yang terlalu cepat menanjak sering kali berujung pada penyesuaian tajam, apalagi jika dolar AS menguat atau imbal hasil obligasi meningkat. [zainal/a46|bloomberg]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini