Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

MBG di SMPN 4 Tuhemberua Nias Utara Diduga Berulat, Distribusi Mobil Pic-Up Ditutup Terpal

mbg di smpn 4 tuhemberua nias utara diduga berulat, distribusi mobil pic-up ditutup terpal
Tampak MBG yang sudah dihidangkan di Ompreng, diduga berulat dan beraroma bau.

Nias Utara, Sinata.Id- Ratusan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 4 Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara ditemukan tidak hegenis, lantaran beraroma bau dan diduga berulat.
Informasi dihimpun, MBG yang diduga tidak hegenis itu berasal dari dapur SPPG Desa Banua Gea Kecamatan Tuhemberua, yang di distribusikan ke SMP Negeri 4 Tuhemberua pada Jumat (10/10/2025).

Akibatnya, ratusan siswa/siswi di SMP Negeri 4 Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara itu, tidak mau mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), karena takut akan menimbulkan penyakit.

Advertisement

Dari video yang beredar, di dalam satu ruangan tampak MBG yang sudah dihidangkan di dalam wadah food tray, sepintas tampak berulat lalu satu persatu dimasukan ke dalam kantong plastik besar berwarna biru.
Kepala Sekolah SMPN 4 Tuhemberua, Destina Zalukhu membenarkan MBG tersebut tidak dikonsumsi muridnya, dikarenakan beraroma bau dan berulat.

Baca Juga  Polres Tebing Tinggi Gelar Upacara Hari Ibu, Soroti Peran Perempuan dalam Pembangunan

“Memang tidak semua ya, hanya saja karena sudah ada yang ditemukan beraroma bau mungkin karena basi, siswa-siswi lainnya tidak mau makan,” Kata Destina Zalukhu.

Sementara, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Daris Telaumbanua mengaku sudah mengetahui informasi ini. Namun, pihaknya tidak dapat memastikan MBG dimaksud beraroma bau dan berulat.

“Kami sudah tau informasinya. Kalau penyebabnya, kami belum tau. Kalau dari kita, ompreng berisi nasi, buah, sayuran dan lauk sudah hegenis. Kita tdak tau juga di sekolah itu, apa ada lalatnya karena sekolah lain, tidak yang komplain,” kata Daris, kepada media ini, Sabtu (11/10/2025).

Ditanya tentang bahan baku MBG yang digunakan, Daris Telaumbanua mengakui bukan dari hasil pertanian lokal, namun impor dari luar daerah.

Baca Juga  Proyek Tembok Penahan di Pakpak Bharat Disorot Terkait Dugaan Material Tak Berizin

“Menurut kami, bahan baku yang dibelanjakan sudah hegenis. Memang belanjanya di pasar wilayah Kota Gunungsitoli, tapi setiap hari. Kalau produk lokal tidak mencukupi,” katanya.

Meski demikian, Daris Telaumbanua berjanji atas kejadian ini pihaknya akan melakukan pembenahan, di dapur MBG yang ia pimpin.

“Secara peribadi kondisi ini saya menerima apa adanya. Namun selaku Ka. SPPG kami sudah melakukan pertemuan, untuk evaluasi termasuk pengadaan bahan baku,” katanya lagi.

 

Daris Telaumbanua menyebutkan, suplay MBG ke SMP Negeri 4 Tuhemberua berasal dari Dapur SPPG Ono Dau’o Desa Banua Gea Kecamatan Tuhemberua, Yayasan Gema Bangsa Nias Indo dengan pemilik Yoel Zega.
Informasi diperoleh dari warga setempat, distribusi MBG dari dapur SPPG Ono Dao’o Desa Banua Gea, Kecamatan Tuhemberua, tidak menggunakan mobil box tertutup seperti yang dipersyaratkan oleh BGN, namun diduga menggunakan mobil pic-up hanya ditutup terpal. (A1)

Baca Juga  Pemko Sibolga Beri Beasiswa kepada 200 Mahasiswa

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini