Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Ilmuwan Ciptakan Otak Manusia Mini Bikin Publik Bertanya-tanya

ilmuwan ciptakan otak manusia mini bikin publik bertanya-tanya
Gambar ilustrasi. Alodokter

Sinata.id – Sebuah terobosan ilmiah yang memicu debat etika mendalam terungkap awal tahun ini. Para peneliti di Universitas Johns Hopkins berhasil menciptakan miniatur otak manusia utuh di laboratorium. Gagasan ini pun membuat publik bertanya-tanya.

Namun, kemajuan ini diiringi oleh sebuah pertanyaan besar yang menggelisahkan: bagaimana jika suatu saat nanti, organ buatan ini memiliki kesadaran?

Advertisement

Temuan tersebut adalah sejenis organoid—massa kecil jaringan manusia yang ditumbuhkan dari sel punca. Organoid dirancang untuk meniru fungsi organ guna mempelajari penyakit dan menguji obat baru.

Namun, kompleksitas organoid otak yang kian meningkat, seperti yang dikembangkan dalam studi Johns Hopkins, memunculkan spekulasi di kalangan ilmuwan.

Baca Juga  Toyota Innova Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Jalan Asahan, Penumpang Syok

Obyek menyerupai kacang kenari ini di masa depan berpotensi memiliki kesadaran, sebuah kemungkinan yang membawa implikasi etika sangat besar.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Live Science, mengukur respons 657 pembaca terhadap pertanyaan provokatif: “Jika organoid otak memiliki kesadaran, haruskah kita bereksperimen padanya?”

Hasilnya terbagi tajam, mencerminkan kompleksitas masalah ini:

Sebanyak 25% responden bersikap hati-hati, menyatakan bahwa eksperimen pada organoid yang tidak sadar masih dapat diterima asalkan diawasi ketat.

Sebanyak 23% menolak keras gagasan tersebut. Mereka berargumen bahwa tidak ada pembenaran etis untuk bereksperimen pada entitas yang mungkin memiliki kemampuan berpikir, merasakan sakit, atau ketakutan, sekalipun masih primitif. Salah satu responden berkomentar, “Saya benar-benar tidak melihat terobosan di sini yang sepadan dengan nyawa makhluk ciptaan ini setelah mereka sadar.”

Baca Juga  Polri Siapkan Operasi Ketupat 2026, 160 Ribu Personel Amankan Arus Mudik Lebaran

Sisanya terbagi antara yang memperbolehkan dengan regulasi (22%), yang menganggap tidak perlu perubahan aturan (19%), dan yang ragu-ragu.

Meskipun batas antara jaringan hidup dan kesadaran masih samar, laju perkembangan teknologi ini yang pesatlah yang menjadi inti perdebatan. Eksperimen sebelumnya hanya melibatkan organoid sederhana, namun kini para ilmuwan telah dapat menyusun versi yang lebih kompleks, yang menghubungkan berbagai bagian materi otak. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini