Info Market CPO
πŸ—“ Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K Β· DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

76 Saksi Diperiksa Kejari Taput Terkait Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan Rp14 Miliar

76 saksi diperiksa kejari taput terkait dugaan korupsi proyek lampu jalan rp14 miliar
Proyek LPJU di Taput tahun 2020 suberdana Pemuluhan Ekonomi Nasional sebasar Rp 14 Miliarad banyak yang tidak berpungsi atau mati total.

Β 

Taput, Sinata.id– Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 76 saksi dalam pengusutan dugaan korupsi proyek pembangunan lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun anggaran 2020 dengan pagu sekitar Rp14 miliar.

Advertisement

Saat ini, perkembangan penanganan perkara tersebut tengah memasuki tahap perhitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal itu disampaikan Kasi Pidsus Kejari Taput, Frans Afandi Tampubolon, saat dihubungi Mistar seputar pengusutan proyek PEN tahun 2020, Kamis (13/11/2025).

β€œPihak BPKP sedang melakukan perhitungan kerugian negara atas pelaksanaan proyek tersebut. Saat ini, sebanyak 76 saksi telah diperiksa terkait dugaan korupsi,” ucap Frans Afandi.

Baca Juga  Teken MoU di Pekanbaru, Nias Selatan Siapkan ASN Lebih Kompeten

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan BPKP atas dugaan korupsi yang sudah berada pada tahap penyidikan.

β€œTerkait penyidikan dugaan korupsi ini belum bisa kita sampaikan lebih jauh. Kita tunggu saja hasil perhitungan kerugian negara,” ujarnya.

Penyidikan atas dugaan korupsi proyek pembangunan LPJU yang bersumber dari dana PEN tahun anggaran 2020 dengan pagu indikatif sekitar Rp14 miliar tersebut diketahui telah dimulai sejak akhir Agustus 2024 lalu.

Pantauan di beberapa titik proyek LPJU tahun 2020 di wilayah Taput menunjukkan banyak lampu jalan yang tidak berfungsi atau mati total, diduga karena tidak adanya anggaran untuk biaya perawatan.
Sementara itu, Freddi Siregar, selaku Kabid Perawatan LPJU di Taput, tidak berhasil dihubungi untuk dimintai tanggapan. (A1)

Baca Juga  KAI Sumut Catat 183.916 Penumpang Selama Nataru

Β 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini