MENU
WKRI Humbahas Tuang Eco-Enzyme ke Danau Toba, Dapat Apresiasi Pemkab
WA FB

WKRI Humbahas Tuang Eco-Enzyme ke Danau Toba, Dapat Apresiasi Pemkab

J Editor : Jansen Siahaan 16 Jun 2026 | 17:58 WIB
WKRI Humbahas Tuang Eco-Enzyme ke Danau Toba, Dapat Apresiasi Pemkab
Staf Ahli Bupati Humbang Hasundutan, Parman Lumban Gaol, bersama pengurus WKRI dan para peserta. (diskominfohumbahas)

Humbang Hasundutan, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan (Humbahas) memberikan apresiasi atas aksi penuangan eco-enzyme yang dilakukan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Humbahas sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan Danau Toba.

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Gereja Katolik Santo Mikael, Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Selasa (16/6/2026), dan dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Perekonomian, dan Pembangunan, Parman Lumban Gaol, yang mewakili Bupati Oloan Paniaran Nababan.

Dalam sambutan Bupati Oloan yang dibacakan Parman, Pemkab Humbahas mengapresiasi inisiatif WKRI yang menjadikan aksi penuangan ecowEnzyme sebagai program nyata pascapelantikan pengurus pada 17 Mei 2026.

“Aksi nyata ini merupakan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian Danau Toba sebagai sumber kehidupan masyarakat, warisan berharga bagi generasi mendatang, serta destinasi pariwisata unggulan yang harus terus dijaga,” kata Parman.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas perairan Danau Toba sehingga tetap lestari, asri, dan berkelanjutan.

Ketua Panitia Pelaksana, Mei Dame Pane, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian WKRI terhadap pelestarian lingkungan hidup. Ia menyebutkan eco-enzyme yang dituangkan ke perairan Danau Toba merupakan hasil pengolahan limbah dapur yang dikumpulkan dan diolah oleh anggota WKRI Humbahas.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem perairan Danau Toba sekaligus menumbuhkan semangat pertobatan ekologis di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Moderator WKRI, Pastor Siprianus Jegaut, SVD, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan atas dukungan dan kehadiran dalam kegiatan tersebut.

Menurut Pastor Siprianus, aksi pelestarian lingkungan yang dilakukan WKRI merupakan implementasi nyata dari seruan cinta ekologis yang disampaikan Paus Fransiskus melalui ensiklik Laudato Si’.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus implementasi nilai-nilai cinta ekologis yang terus didorong oleh Gereja Katolik,” katanya.

Ketua WKRI Humbahas, Rohani Sianturi, juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jerry Silitonga, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dina Simamora, Kepala BPKPD, Resva Panjaitan, Kepala Dinas Kominfo ,Adrianus Mahulae, perwakilan Kecamatan Baktiraja, Ketua Presidium WKRI Sumatera Utara, perwakilan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), serta sejumlah undangan lainnya.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.