Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Warga Siantar Diharapkan Lebih Tangguh Dalam Kesiapsiagaan Bencana

momen peringatan hari kesiapsiagaan bencana pada 26 april tahun ini, kota pematangsiantar diharapkan lebih tangguh dalam hal kesiapsiagaan bencana.
Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026

Pematangsiantar, Sinata.id – Momen peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April tahun ini, Kota Pematangsiantar diharapkan lebih tangguh dalam hal kesiapsiagaan bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap menegaskan, bahwa peringatan siaga bencana bukan sekadar seremoni tahunan. Melainkan panggilan untuk memperkuat kewaspadaan bersama.

Advertisement

Mengusung tema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, sebut Dedi, mengajak seluruh elemen terlibat aktif dalam siaga bencana. Mulai dari masyarakat, hingga pemangku kepentingan, dalam upaya mitigasi dan pencegahan risiko bencana.

“Penanggulangan bencana tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujar Dedi, Minggu ( 26/4/2026 )

Baca Juga  Perobohan Gedung IV Pasar Horas Diminta Perhatikan Estetika dan Kenyamanan

Ia juga menekankan bahwa BPBD terus berupaya meningkatkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebagai indikator kesiapan menghadapi potensi bencana yang kian kompleks.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar sebagai langkah awal pencegahan. Menurutnya, kerusakan alam seringkali menjadi pemicu utama meningkatnya risiko bencana.

“Kalau kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” tambahnya.

Dengan kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi, imbauan tersebut dapat menjadi titik balik kesadaran kolektif agar Kota Pematangsiantar lebih siap, sigap, dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang. (SN10)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini