MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Wali Kota Gelar Dialog Situasi dan Dinamika Sosial di Kota Siantar
WA FB
Berita

Wali Kota Gelar Dialog Situasi dan Dinamika Sosial di Kota Siantar

G Editor : Gunawan Purba | 03 Sep 2025 | 20:18 WIB
Wali Kota Gelar Dialog Situasi dan Dinamika Sosial di Kota Siantar
Ketua DPRD Pematangsiantar Timbul Lingga bersama Wesly Silalahi dan unsur Forkopimda lainnya

"Dalam perbedaan kita ciptakan kebersamaan, persatuan, dan persaudaraan," sebutnya.

Timbul meminta untuk tetap menjaga harmoni Kota Pematangsiantar.

"Motto Kota Pematangsiantar Sapangambei Manoktok Hitei yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan mulia, menjadi pedoman dan pegangan kita bersama. Pematangsiantar masuk 5 besar Kota Toleran di Indonesia, menjadi modal menjaga Pematangsiantar dari kemungkinan adanya niat-niat yang ingin mengganggu harmoni Kota Pematangsiantar," sebut Timbul, seraya mengucapkan terima kasih kepada Wesly  atas pertemuan yang luar biasa tersebut.

Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf Agus Supriyono SE MHan menyampaikan, tidak akan ada masalah jika ada rasa persaudaraan.

"Jangan saling curiga, mari bersatu dan solid. One for all, all for one. Semua ajaran agama baik. Namun kadang ada manusia suka mbalelo," tukasnya.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak SH SIK MHan juga mengucapkan terima kasih serta menyampaikan apresiasi karena unjuk rasa beberapa hari lalu berlangsung tertib, damai, dan kondusif.

"Kami harus mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Pematangsiantar tempat kita tinggal, tempat keluarga kita berada, anak-anak kita sekolah, dan kita tidur tenang. Kami mengajak untuk sama-sama menjaga Siantar. Jangan sampai karena informasi salah, Siantar seperti daerah lain. Penjarahan, pembakaran, dan perampasan jangan sampai terjadi di Siantar," jelasnya.

Sementara itu, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana SSos MMAS MHan mengatakan, aksi unjuk rasa Senin (01/09/2025) lalu masih dalam koridor. Kerusuhan yang terjadi saat aksi telah berakhir, katanya, justru dilakukan anak di bawah umur. Mereka melontarkan kata-kata kasar yang justru tidak ada diucapkan peserta aksi.

"Mereka meniru yang dilakukan orang dewasa yang mencoba menjadi provokator," sebutnya.

Gede Agus berharap, forum dialog menjadi wadah untuk mencari solusi agar penyampaian aspirasi tidak dinodai oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

"Keberagaman di Siantar sebagai aset. Mari kita tingkatkan peringkat Kota Toleransi, dan Siantar menjadi simbol toleransi," ujarnya.

Selanjutnya Danyonif 122/Tombak Sakti Letkol Inf Wahidin Sobar mengucapkan terim kasih telah diundang untuk  berkoordinasi terkait kondisi keamanan Kota Pematangsiantar.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.