Tapanuli Selatan, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan(Tapsel) menggandeng kalangan akademisi untuk mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian besar wilayah daerah itu pada akhir 2025.
Melalui program USU Peduli, Universitas Sumatera Utara (USU) meluncurkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis penataan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi di Desa Aek Ngadol dan Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Batangtoru, Senin (15/6/2026).
Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Jafar Syahbuddin Ritonga, mengatakan pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah dan infrastruktur yang rusak. Menurutnya, upaya pemulihan harus dimulai dengan menghidupkan kembali sumber penghidupan masyarakat.
“Rumah saja tidak cukup. Masyarakat juga membutuhkan sumber penghidupan. Karena itu, program pemberdayaan ekonomi menjadi prioritas agar warga bisa bangkit dan mandiri kembali,” ujar Jafar.
Jafar menjelaskan, bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 25 November 2025 menjadi salah satu musibah terbesar yang pernah dialami Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebanyak 14 dari 15 kecamatan terdampak, dengan korban jiwa mencapai 95 orang serta kerusakan yang meluas pada infrastruktur dan lahan pertanian.
Menurutnya, dampak bencana tersebut turut menekan pertumbuhan ekonomi daerah hingga sekitar 2,7 persen. Karena itu, dukungan berbagai pihak dinilai sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan.
“Kami tidak mungkin membangun Tapanuli Selatan sendirian. Sinergi dengan perguruan tinggi, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pemulihan,” katanya.
Ia menambahkan, program USU Peduli sejalan dengan berbagai agenda pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah daerah, seperti Gerakan Seribu Hektare Jagung, Gerakan Seribu Kolam, revitalisasi sektor pertanian, hingga fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunga nol persen bagi masyarakat terdampak bencana.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) USU Desa Muara Hutaraja, Dr. Oding Affandi, menjelaskan bahwa program Desa Binaan USU dirancang sebagai pendampingan berkelanjutan selama tiga tahun.
Di Desa Aek Ngadol, program difokuskan pada revitalisasi pertanian pascabencana, pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, penanaman bibit produktif, peningkatan literasi, serta pendampingan psikososial masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, USU juga menyerahkan bantuan dua unit hand tractor untuk mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.