Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Simalungun

Wabup Simalungun Temukan Sejumlah Catatan saat Monitoring Dapur MBG di Raya

wabup simalungun temukan sejumlah catatan saat monitoring dapur mbg di raya
Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga saat memeriksa bahan makanan. (diskominfosimalungun)

Simalungun, Sinata.id – Wakil Bupati (Wabup) Simalungun, Benny Gusman Sinaga, melakukan monitoring terhadap tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Raya, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini dilakukan bersama Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Simalungun.

Advertisement

Tiga dapur yang ditinjau yakni SPPG Bahapal Raya, SPPG Yayasan Karya Pangan Bergizi, dan SPPG Yayasan DS Cikoko. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas pengolahan makanan, ketersediaan bahan baku, serta kelengkapan fasilitas pendukung operasional.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Benny meninjau langsung proses pengolahan makanan, mulai dari tahap persiapan hingga distribusi kepada penerima manfaat yang mayoritas merupakan anak usia sekolah.

Temuan dan Catatan Perbaikan

Baca Juga  Antisipasi Begal dan Balap Liar, Polres Simalungun Gelar Patroli Malam di Jalur Siantar–Parapat

Secara umum, pelaksanaan program berjalan baik. Namun, tim Satgas menemukan sejumlah aspek yang perlu segera diperbaiki.

Salah satu catatan utama adalah pengelolaan limbah dapur yang belum memenuhi standar kesehatan dan lingkungan. Limbah cair masih mengandung sisa lemak yang mengendap di kolam penampungan, sehingga belum layak dialirkan ke saluran umum.

Selain itu, ditemukan kerusakan pada fasilitas penunjang, seperti alat pemanas air (water heater) yang digunakan untuk mencuci peralatan. Kondisi ini berpotensi menghambat proses pembersihan yang optimal.

Penataan tabung gas juga menjadi perhatian karena dinilai belum memenuhi standar keamanan, sehingga perlu ditata ulang untuk mengurangi risiko bahaya.

Dari sisi bahan baku, pengelola dapur mengaku mengalami kendala dalam memperoleh ikan laut segar. Jarak distribusi yang cukup jauh dari sumber pasokan menyebabkan kualitas ikan berisiko menurun selama pengiriman.

Baca Juga  Empat Nagori - Satu Kecamatan di Simalungun Jadi Percontohan Lomba PKK Sumut 2025

Sebagai solusi sementara, dapur menggunakan ikan beku yang dinilai lebih stabil dari sisi kualitas dan ketersediaan.

Menanggapi temuan tersebut, Benny menegaskan agar seluruh pengelola dapur segera melakukan pembenahan.

“Masih ada beberapa hal yang perlu segera dibenahi, terutama terkait sistem pembuangan limbah dan proses persiapan sebelum distribusi makanan. Kami minta perbaikan dilakukan secepatnya, dengan tetap menjaga kualitas dan kebersihan makanan,” tegasnya.

Selain meninjau dapur, tim Satgas juga mengunjungi dua sekolah penerima program, yakni SD Negeri 095157 dan SD Negeri 091316 Pematang Raya.

Dalam kunjungan tersebut, tim berinteraksi langsung dengan para siswa untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap makanan yang disajikan. Mayoritas siswa menyatakan makanan yang diberikan memiliki rasa enak dan selalu habis dikonsumsi.

Baca Juga  Pascabencana, Bupati Tapsel Percepat Operasional SPPG

Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pihak sekolah sebagai mitra pengawasan.

“Kami berharap pihak sekolah aktif menyampaikan masukan maupun keluhan agar program ini terus diperbaiki dan memberikan manfaat maksimal,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Satgas MBG menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan rutin, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan program makan bergizi gratis di seluruh wilayah. (SN19)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini