MENU
Usai Bertemu Prabowo, Jusuf Kalla Bawa Kabar Besar soal Proyek Energi...
WA FB
Nasional

Usai Bertemu Prabowo, Jusuf Kalla Bawa Kabar Besar soal Proyek Energi Rp70 Triliun, Ini Penjelasan Lengkapnya

Usai pertemuan, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa dirinya bersama Solihin membahas rencana peningkatan kapasitas energi nasional yang dinilai menjadi salah satu kunci.

T Editor : Tigor Munthe | 12 Jun 2026 | 18:15 WIB
Usai Bertemu Prabowo, Jusuf Kalla Bawa Kabar Besar soal Proyek Energi Rp70 Triliun, Ini Penjelasan Lengkapnya
Jusuf Kalla bersama Presiden Prabowo. (Foto: Setneg)

JAKARTA, Sinata.id – Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan ketahanan energi nasional melalui percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi bersih guna mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Usai pertemuan, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa dirinya bersama Solihin Jusuf Kalla membahas rencana peningkatan kapasitas energi nasional yang dinilai menjadi salah satu kunci mewujudkan swasembada energi.

"Kita siap untuk, kita sudah membangun 1.500 megawatt PLTA, ini kita siap membangun lagi 2.000 megawatt termasuk juga PLTG," kata Jusuf Kalla. 

Menurut JK, kebutuhan energi Indonesia akan terus meningkat seiring ambisi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8 persen. 

Karena itu, pembangunan infrastruktur energi dinilai harus berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas industri dan ekonomi nasional.

Ia menegaskan bahwa tanpa dukungan pasokan energi yang memadai, target pertumbuhan ekonomi akan sulit dicapai. Oleh sebab itu, pengembangan energi hijau menjadi salah satu prioritas yang mendapat dukungan Presiden Prabowo.

"Tanpa energi itu kita akan sulit untuk meningkatkan pertumbuhan. Karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional, khususnya green energy, untuk menjadi bagian dari pembangunan nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen," ujarnya.

Investasi Triliunan

Jusuf Kalla memperkirakan proyek pengembangan pembangkit listrik tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun. 

Ia menyebut desain proyek serta lokasi pembangunan telah tersedia sehingga proses berikutnya akan difokuskan pada pembahasan teknis dan percepatan realisasi investasi.

"Desain sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan dengan teknisnya dan beliau, Bapak Presiden setuju untuk segera kita realisir. Karena memang ini membutuhkan investasi," tutur JK.

Selain membahas sektor energi, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Jusuf Kalla juga menyinggung sejumlah isu internasional. 

Keduanya bertukar pandangan terkait perkembangan perdamaian di Thailand Selatan serta dinamika geopolitik yang terjadi di Pakistan dan Afghanistan.

Rencana pembangunan tambahan 2.000 MW pembangkit listrik tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan energi nasional sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.