Seluruh pemain Kongo dan pelatih asal Prancis, Sébastien Desabre, saat ini memang berbasis di luar Kongo, mayoritas bermain di liga Prancis.
Namun sejumlah staf tim yang berada di Kongo dilaporkan baru meninggalkan negara tersebut pekan ini.
Giuliani menambahkan, jika ada staf tambahan yang bergabung, mereka wajib menjalani bubble terpisah.
Jika ada yang menunjukkan gejala Ebola, maka seluruh tim dapat kehilangan hak tampil di Piala Dunia.
Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention disebut telah menempatkan petugas di Eropa untuk memantau situasi, termasuk kemungkinan mengirim staf ke Belgia guna mengawasi kondisi tim Kongo.
Pekan lalu, pemerintah Democratic Republic of the Congo mengonfirmasi wabah Ebola jenis Bundibugyo yang diduga telah menewaskan lebih dari 130 orang dan menyebabkan hampir 600 kasus suspek.
World Health Organization (WHO) kemudian menetapkan wabah tersebut sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah AS melarang masuk seluruh warga asing yang dalam tiga pekan terakhir berada di Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan. Kebijakan tersebut berlaku selama 30 hari.
Tim berjuluk Leopards itu dijadwalkan melakoni laga pemanasan melawan Denmark di Liege pada 3 Juni dan menghadapi Chile di Spanyol selatan pada 9 Juni.
Kongo tergabung di Grup K dan akan menghadapi Portugal di Houston pada 17 Juni, kemudian melawan Kolombia di Guadalajara pada 23 Juni, sebelum menghadapi Uzbekistan di Atlanta pada 27 Juni.
Donald Trump menunjuk Andrew Giuliani, putra mantan Wali Kota New York Rudy Giuliani, untuk memimpin satuan tugas Piala Dunia sejak Mei tahun lalu. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini