JAKARTA, Sinata.id – Nuansa budaya Indonesia mewarnai penyambutan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Penampilan Tari Zapin menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian upacara penyambutan yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden Steinmeier tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 11.30 WIB dan disambut prosesi kenegaraa.
Iring-iringan kendaraan tamu negara mendapat pengawalan 17 pasukan motoris Honda Goldwing, 80 pasukan berkuda formasi depan, serta 40 pasukan berkuda formasi belakang.
Ratusan pelajar yang berjajar di sepanjang jalur menuju Istana tampak antusias melambaikan bendera Indonesia dan Jerman.
Presiden Steinmeier membalas sambutan tersebut dengan melambaikan tangan dari dalam kendaraan.
Suasana semakin semarak ketika 10 penari dan enam pemusik menampilkan Tari Zapin di halaman Istana Merdeka.
Tarian tradisional Melayu tersebut melambangkan keramahan, penghormatan, serta harapan akan terjalinnya persahabatan dan kemajuan bersama.
Presiden Steinmeier tampak menyaksikan sejenak pertunjukan budaya tersebut sebelum disambut langsung oleh Presiden Prabowo.
Upacara kenegaraan dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Jerman dan Indonesia Raya yang diiringi 21 dentuman meriam sebagai penghormatan bagi tamu negara.
Setelah melakukan pemeriksaan pasukan kehormatan, kedua pemimpin saling memperkenalkan delegasi masing-masing.
Kedua pemimpin menggelar pertemuan empat mata selama sekitar dua jam.
Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kunjungan Presiden Steinmeier memiliki arti penting bagi hubungan bilateral kedua negara.
Kunjungan kenegaraan Presiden Steinmeier ditutup dengan jamuan santap siang kenegaraan di Istana Negara, Jakarta.
Pertemuan memperkuat kerja sama Indonesia dan Jerman di berbagai bidang strategis, mulai dari ekonomi, investasi, energi, hingga pendidikan dan teknologi. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.