Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) segera digelar dengan melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud Polda setempat, serta sejumlah unsur maritim lainnya.
Tim SAR menyisir area sekitar titik terakhir kapal terlihat dengan mempertimbangkan keselamatan personel di lapangan.
Dari hasil evakuasi sementara, tujuh orang penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Mereka terdiri dari dua wisatawan asing asal Spanyol, empat awak kapal, dan satu pemandu wisata.
Seluruh korban selamat telah dievakuasi ke Labuan Bajo dan mendapatkan penanganan medis, dengan kondisi dilaporkan stabil.
Sementara itu, empat penumpang lainnya yang merupakan satu keluarga dengan korban selamat sempat dinyatakan hilang.
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian intensif hingga akhirnya pihak klub mengonfirmasi bahwa Fernando Martín beserta tiga anaknya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kabar tersebut menutup harapan keluarga dan publik yang menanti hasil pencarian dengan penuh cemas.
Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecelakaan laut tersebut.
Otoritas memastikan bahwa kapal dilaporkan berangkat dalam kondisi laik laut dan sesuai prosedur keselamatan.
Namun, faktor cuaca ekstrem yang muncul secara tiba-tiba diduga menjadi penyebab utama tragedi ini.
Evaluasi menyeluruh terhadap insiden tersebut akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Tragedi di perairan Labuan Bajo ini tak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga mengguncang komunitas sepak bola Spanyol dan internasional.
Fernando Martín dikenang sebagai sosok pelatih yang berdedikasi, sementara kepergiannya bersama anak-anaknya menjadi pengingat pahit akan risiko perjalanan laut di tengah kondisi alam yang tak terduga. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.