Jakarta, Sinata.id – Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Muharam 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Penetapan tersebut menandai dimulainya Tahun Baru Islam yang disambut umat Muslim di seluruh Indonesia dengan berbagai amalan ibadah.
Bulan Muharam merupakan salah satu dari empat bulan suci (asyhurul hurum) yang dimuliakan dalam Islam. Keistimewaan bulan ini dijelaskan dalam Al-Qur'an, tepatnya Surah At-Taubah ayat 36, yang menerangkan bahwa Allah SWT menetapkan dua belas bulan dalam setahun dan empat di antaranya merupakan bulan yang disucikan.
Para ulama menyebut empat bulan haram tersebut, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab. Karena kemuliaannya, Muharam juga dikenal sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah.
Untuk mengisi bulan yang penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan ibadah sunnah. Berikut delapan amalan yang dapat dilakukan selama bulan Muharam:
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Puasa menjadi salah satu ibadah yang paling dianjurkan pada bulan Muharam. Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Allah, yaitu Muharam.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan sesuai kemampuan masing-masing.
2. Melaksanakan Puasa Tasu'a
Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharam. Amalan ini dianjurkan sebagai bentuk penyempurna puasa Asyura sekaligus pembeda dari tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharam.
3. Menjalankan Puasa Asyura
Puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharam dan memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa ini dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu, dengan izin Allah SWT.
4. Memperbanyak Sedekah
Muharam juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial. Umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah kepada fakir miskin, anak yatim, serta masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi sarana meraih keberkahan dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
5. Menyambung Silaturahmi
Pergantian tahun Hijriah dapat dijadikan momentum memperkuat hubungan dengan keluarga, kerabat, sahabat, maupun tetangga.
Menjalin kembali silaturahmi yang sempat renggang diyakini dapat mendatangkan keberkahan dan mempererat persaudaraan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.