Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Sisi Gelap “Mata Elang”: Data Jutaan Nasabah Bocor dan Diperjualbelikan

sisi gelap "mata elang": data jutaan nasabah bocor dan diperjualbelikan
Ilustrasi mata elang (Foto: AI)

Jakarta, Sinata.id – Fenomena “Mata Elang” (matel) yang sering mengadang kendaraan di jalan kini memasuki babak baru. Praktik ini ternyata didukung oleh ekosistem aplikasi digital yang mampu melacak data kredit kendaraan hanya dalam hitungan detik.

​Bagaimana Cara Kerjanya?
​Para penagih utang ini mangkal di titik strategis dan memantau pelat nomor kendaraan yang lewat. Melalui aplikasi seperti BestMatel atau Go Matel R4, mereka cukup memasukkan nomor polisi untuk mengakses data sensitif secara real-time, meliputi:
​Nama pemilik dan sisa cicilan.
​Nomor mesin dan nomor rangka.
​Instansi leasing penyedia kredit.

Advertisement

​Ironisnya, aplikasi ini bisa diunduh bebas dengan sistem langganan mulai dari Rp 60.000. Minimnya verifikasi membuat siapa pun bisa menjadi “matel gadungan” untuk melakukan perampasan atau penipuan.

Baca Juga  Bansos PKH dan BPNT 2026 Cair Februari, Data Penerima Dievaluasi April

​Pelanggaran Serius UU PDP
​Pengamat siber, Alfons Tanujaya, menegaskan bahwa akses terbuka terhadap data pribadi ini jelas melanggar UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Data diduga bocor dari pihak ketiga (outsourcing) penagihan yang saling berbagi basis data hingga terkumpul lebih dari 1,7 juta data kendaraan bermasalah.

​Tindakan Tegas Pemerintah
​Merespons keresahan publik, pemerintah melalui Kemkomdigi telah bertindak:

  • ​Pemblokiran: Mengajukan penghapusan (delisting) terhadap 8 aplikasi matel ke Google (6 sudah nonaktif).
  • ​Jalur Hukum: Polres Gresik telah menetapkan dua tersangka (FEP dan MJK) terkait jual beli data debitur melalui aplikasi ilegal.
  • Kesimpulan: Meski leasing butuh percepatan penagihan, penggunaan aplikasi liar ini menciptakan celah kriminalitas yang besar. Masyarakat diimbau waspada, dan penegakan hukum terhadap kebocoran data menjadi kunci perlindungan privasi nasabah. []
Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini