Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hiburan

Sinopsis “Nia”, Film Kisah Nyata Gadis Penjual Gorengan yang Jadi Korban Kejahatan di Sumbar

film “nia” karya aditya gumay mengangkat kisah nyata penjual gorengan yang tewas tragis demi menghidupi keluarganya.
Film “Nia” karya Aditya Gumay mengangkat kisah nyata penjual gorengan yang tewas tragis demi menghidupi keluarganya. (Screenshot)

Sinata.id – Bayangkan, seorang gadis muda yang berjuang menjual gorengan demi menyambung hidup keluarganya, harus menemui akhir tragis di jalan sunyi. Kini kisah itu bangkit di layar lebar. Inilah ‘Nia’, film yang akan membuat Indonesia menatap kembali wajah kemanusiaan yang kerap diabaikan.

Suara hujan dan aroma tanah basah akan segera menjadi saksi di layar lebar pada Desember 2025 ini. Industri film Indonesia bersiap menyambut kisah paling menggetarkan akhir tahun ini, “Nia”, film yang diangkat dari tragedi nyata di Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Advertisement

Mulai 4 Desember 2025, tangis terakhir seorang gadis penjual gorengan akan menggema di seluruh bioskop tanah air.

Menyayat Nurani

Diproduksi oleh Smaradana Pro dan digarap oleh sutradara kenamaan Aditya Gumay, “Nia” bukan sekadar film tragedi, tapi sebuah kisah kemanusiaan yang menelanjangi realitas keras di balik senyum gadis sederhana.

Baca Juga  Film Horor “Waru” Siap Teror Bioskop, Angkat Pesugihan dan Iblis Penagih Tumbal

Film ini menuturkan perjuangan Nia Kurnia Sari (diperankan oleh Syakira Humaira), gadis 18 tahun yang saban hari berjualan gorengan untuk menghidupi ibunya, Eli (Helsi Herlinda), dan dua saudaranya.

Sejak orang tuanya berpisah, Nia menjadi tulang punggung keluarga.

Namun, hidup yang digerakkan oleh cinta dan tanggung jawab itu berubah menjadi mimpi buruk pada suatu sore di tengah hujan.

Dalam perjalanan pulang melewati jalan sunyi, Nia diserang oleh Andri (Qya Ditra), pemuda pengangguran yang sudah lama dikenal sebagai residivis.

Baca Juga: Saat Candaan Pandji Pragiwaksono Jadi Petaka….

Mengguncang Kayu Tanam

Nia diseret, dibekap, dan kehilangan nyawanya di tepian hutan.

Tubuhnya dikubur di tepi sungai irigasi. Keesokan harinya, kampung geger.

Baca Juga  Sakamoto Days dan Ballerina Meledak di Streaming, Genre Aksi Bangkit Lagi

Warga bersama Makwo (Neno Warisman) dan pihak kepolisian melakukan pencarian selama tiga hari yang menegangkan, hingga jasad Nia ditemukan dalam kondisi memilukan.

Andri melarikan diri, tapi rasa bersalah menjadi bayangan yang tak pernah melepaskannya.

Sementara itu, kekasih Nia yang tengah berjuang melawan penyakit jantung hanya bisa menangis dalam sepi, menatap foto gadis yang pernah berjanji akan menunggunya sembuh.

Seruan Moral untuk Bangsa

Aditya Gumay menyebut “Nia” sebagai film perlawanan terhadap kekerasan terhadap perempuan, seruan moral agar tragedi seperti ini tak lagi terjadi.

“Film ini bukan sekadar air mata. Ini panggilan nurani,” ujarnya dalam sesi jumpa pers.

Dengan sinematografi yang realistis dan akting emosional para pemainnya, “Nia” menghadirkan pengalaman sinematik yang tak hanya menyentuh hati, tapi juga menggugah kesadaran sosial.

Baca Juga  6 Wilayah di Sumatera Barat Dipertimbangkan Jadi Kota Baru

Film ini menyoroti luka yang lahir dari kemiskinan, ketimpangan, dan lemahnya perlindungan bagi perempuan di pelosok negeri.

Lanjutkan Membaca: Warner Bros Discovery Dijual, Siapa Penguasa Tahta Hollywood?

Jadwal Tayang

Film “Nia” akan tayang serentak di bioskop mulai 4 Desember 2025.

Para kritikus memprediksi film ini akan menjadi salah satu karya paling emosional tahun ini, kisah nyata yang mampu membuat penonton menunduk, menangis, dan merenung.

“Setiap kali menulis naskahnya, saya berhenti untuk menangis, karena ini bukan sekadar cerita, ini kenyataan,” ungkap Aditya Gumay. [a46]

Advertisement

Komentar