MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Siantar Semraut, Jalan Jadi Lapak Jualan, Warga Minta Penertiban
WA FB
Berita

Siantar Semraut, Jalan Jadi Lapak Jualan, Warga Minta Penertiban

G Editor : Gunawan Purba | 15 Apr 2026 | 07:51 WIB
Siantar Semraut, Jalan Jadi Lapak Jualan, Warga Minta Penertiban
Badan jalan berubah fungsi menjadi lapak pedagang malam

Pematangsiantar, Sinata.id - Fungsi jalan umum sebagai urat nadi lalu lintas di Kota Pematangsiantar kian tergerus. Di sejumlah titik, khususnya di Jalan Merdeka sekitar Suzuya Merdeka Mall, badan jalan justru berubah menjadi lapak-lapak berjualan para pedagang kuliner malam.

Pantauan Sinata.id, Selasa malam (14/4/2026), ruas jalan yang seharusnya digunakan kendaraan kini “dicaplok” hingga lebih kurang tiga meter untuk lapak dagangan.

Tak hanya itu, pedagang juga memasang tali pembatas dan rambu seadanya, seolah-olah area tersebut adalah zona khusus milik mereka.

Kondisi ini membuat lebar badan jalan menyempit drastis. Arus lalu lintas yang biasanya lancar, berubah menjadi tersendat, terutama pada jam-jam ramai malam hari.

Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa melambat, bahkan saling mengalah demi menghindari tabrakan.

Sejumlah warga menilai praktik ini sudah melewati batas kewajaran. Aktivitas mencari nafkah memang tidak dilarang, namun penggunaan fasilitas umum secara sepihak dinilai tidak bisa dibenarkan.

“Kami tidak melarang orang jualan, tapi jangan sampai mengambil hak pengguna jalan. Ini sudah sangat mengganggu dan berbahaya,” ujar seorang warga yang sering melintas di kawasan tersebut

Keluhan serupa juga datang dari pengendara lain yang merasa keselamatannya terancam. Selain mempersempit jalur, keberadaan pembeli yang memadati badan jalan memperparah situasi, menciptakan potensi kecelakaan setiap saat.

“Ini bukan lagi sekadar gangguan, tapi sudah mengancam nyawa. Jalan jadi sempit, orang lalu-lalang, kendaraan harus zig-zag,” ungkap seorang pengendara

Warga menilai, kondisi ini tidak lepas dari lemahnya pengawasan dan penertiban dari pihak terkait. Seharusnya, pemerintah kota melalui instansi berwenang dapat mengambil langkah tegas untuk menata pedagang tanpa mengorbankan fungsi jalan.

Jika dibiarkan, fenomena ini dikhawatirkan menjadi kebiasaan yang terus meluas ke titik lain di kota. Jalan umum bisa kehilangan fungsinya, sementara risiko kecelakaan akan semakin tinggi.

“Jangan demi keuntungan segelintir orang, keselamatan masyarakat dikorbankan. Ini harus segera ditertibkan,” tegas warga

Warga pun berharap ada solusi konkret, seperti penataan lokasi khusus bagi pedagang kuliner malam yang tidak mengganggu lalu lintas. Dengan demikian, roda ekonomi tetap berjalan, namun keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.