Pematangsiantar, Sinata.id β Dalam rangka Hari Jadi Kota Pematangsiantar ke-155 yang jatuh pada 24 April 2026 perlu juga diketahui siapa sosok wali kota yang pernah memimpin kota toleran di Sumut itu.
Berikut daftar para wali kota yang pernah memimpin Kota Pematangsiantar sejak awal pembentukan pemerintahan kota.
Yang pertama adalah O.K.H. Salamuddin menjabat sejak 1956β1957.
Berikutnya, Djamaluddin Tambunan menjabat pada 1957β1959.
Rakutta Sembiring Brahmana menjabat peridoe 1960β1964.
Abner Situmorang menjadi wali kota periode Juni 1964 β Agustus 1964.
Pandak Tarigan menjabat wali kota periode 10 Agustus 1964 β 31 Agustus 1965.
Zainuddin Hasan periode 31 Agustus 1965 β 20 Oktober 1966.
Tarip Siregar sebagai wali kota pada 1 November 1966 β 27 Desember 1966.
Mulatua Pardede menjabat peridoe 28 Desember 1966 β 24 April 1967.
Laurimba Saragih menduduki jabatan wali kot periode 25 April 1967 β 28 Juni 1974.
Sanggup Ketaren periode 29 Juni 1974 β 29 Juni 1979.
M.J.T. Sihotang menjadi wali kota mulai 29 Juni 1979 β 29 Juni 1984.
Djabanten Damanik menduduki jabatan wali kota periode 29 Juni 1984 β 29 Juni 1989.
Zulkifli Harahap sebagai wali kota pada 29 Juni 1989 β 29 Juni 1994.
Abu Hanifah sebagai wali kota pada 29 Juni 1994 β 29 Agustus 1999.
Marim Purba sebagai wali kota pada periode 25 Mei 2000 β 2005.
R.E. Siahaan sebagai wali kota pada 25 Agustus 2005 β 25 Agustus 2010.
Hulman Sitorus menjadi wali kota pada 22 September 2010 β 22 September 2015.
Hefriansyah menjadi wali kota periode 2017 β 2022.
Susanti Dewayani sebagai wali kota periode 2022 β 2025.
Wesly Silalahi saat ini menjabat mulai 20 Februari 2025-2029.
Wali kota perempuan pertama di Kota Pematangsiantar adalah Susanti Dewayani. Seorang dokter anak bersuamikan Erizal Ginting.Β
Hari Jadi
DPRD Kota Pematangsiantar menggelar Rapat Paripurna memperingati Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar di Gedung Harungguan DPRD, Jumat (24/4/2026).Β
Peringatan tahun ini mengusung tema βSiantar Rumah Kita.β
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi mengatakan tema tersebut memiliki makna bahwa Pematangsiantar adalah rumah bersama, tempat masyarakat tumbuh, berkarya, dan membangun masa depan.
Menurut Wesly, Pemko Pematangsiantar akan terus mendorong pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang baik, serta menciptakan iklim investasi guna membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian daerah pada 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 81,71, usia harapan hidup 75,42 tahun, serta penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 7,74 persen.
Wesly menambahkan, Pematangsiantar dibangun di atas warisan nilai luhur Raja Sang Naualuh Damanik yang hingga kini menjadi pedoman moral dalam membangun kota.
Selain itu, Wesly menyebut Kota Pematangsiantar berhasil naik ke peringkat 4 nasional kategori Kota Toleran tahun 2026. Menurutnya, capaian itu menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
βSelamat Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar. Saya bangga menjadi orang Siantar. Mari berkolaborasi mewujudkan Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,β ujarnya.
Ketua DPRD Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga menyampaikan peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi sejarah dan pembangunan daerah.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat meneladani nilai-nilai kepemimpinan Raja Sang Naualuh seperti kasih, kejujuran, keberanian, pelayanan, dan semangat membangun. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini