Info Market CPO
๐Ÿ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K โ€ข 0.5K โ€ข 0.2K โ€ข 2.6K โ€ขDMI โ€ข DMI โ€ข LOCO PARINDU โ€ข FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K ยท DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K ยท DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K ยท LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K ยท FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
๐Ÿ‘ฅSumber: Internal Market CPO
Model
News

Serupa Indonesia, Cape Verde Juga Pakai Pemain Naturalisasi, Kenapa Sukses Lolos Piala Dunia?

serupa indonesia, cape verde juga pakai pemain naturalisasi, kenapa sukses lolos piala dunia?
Timnas Cape Verde (Foto: Instagram)

Jakarta, Sinata.id โ€“ Cape Verde atau Tanjung Verde, negara kecil di Arika Barat, menorehkan sejarah, lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya. Negara ini hanya berpenduduk 525 ribu jiwa. Bandingkan dengan Indonesia yang berpenduduk 283 juta jiwa. Artinya, penduduk Cape Verde hanya 0,2 persen dari total penduduk Indonesia.

Cape Verde, atau nama resminya Republik Cabo Verde meraih tiket Piala Dunia setelah mengalahkan Eswatini 3-0 di Matchday 10 Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika lewat gol-gol Dailon Livramento, Willy Semedo, dan Stopira di babak kedua.

Advertisement

Mereka jadi tim Afrika keenam yang lolos ke Piala Dunia tahun depan setelah Maroko, Tunisia, Mesir, Ghana, dan Aljazair.

Baca Juga  Dikeluhkan, Iuran Jaga Malam di Kelurahan Timbang Galung

Sama seperti Indonesia, sejatinya Cape Verde juga melakukan naturalisasi pemain untuk memperkuat tim negaranya. Sebagian besar, para pemain diaspora mereka memiliki darah Portugal, Perancis, dan Belanda.

Lantas, kenapa mereka bisa sukses lolos ke Piala Dunia?

Menilik ke belakang perjalanan tim ini, pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, Tanjung Verde hanya mampu finis di peringkat kedua Grup C usai kalah bersaing dengan Nigeria.

Nah, di sinilah rahasia sukses mereka. Meski gagal, Federasi Sepak Bola Tanjung Verde (FCF) tidak lantas mengganti pelatih Pedro Leitao Brito (Bubista) sebagai pelatih kepala dengan yang baru.

FCF memilih mempertahankannya hingga edisi berikutnya. Bahkan, saat gagal lolos ke Piala Afrika 2025, FCF masih tetap memercayakan posisi pelatih kepada Bubista.

Baca Juga  Oppo K13 5G Siap Meluncur dengan Performa Tangguh dan Pengisian Cepat

Keputusan ini kemudian berbuah kesuksesan. Cape Verde bertransformasi menjadi tim yang jauh lebih kuat dan merebut tiket ke Piala Dunia 2026.
Keberhasilan Cape Verde lolos ke Piala Dunia 2026 merupakan buah kesabaran federasi dalam membentuk tim nasional.

Selain tetap mempertahankan Bubista sebagai pelatih kepala, FCF juga aktif menaturalisasi para pemain keturunan (diaspora). Sebagian besar, para pemain diaspora memiliki darah Portugal, Perancis, dan Belanda.

Berikut pemain diaspora Tanjung Verde yang dibawa untuk laga terakhir kontra Eswantini yaitu:

Bruno Varela (Portugal-Cape Verde)
Pico (Irlandia-Cape Verde)
Steven Moreira (Perancis-Cape Verde)
Wagner Pina (Portugal-Cape Verde)
Sidny Cabral (Belanda-Cape Verde)
Jamiro Monteiro (Belanda-Cape Verde)
Deroy Duarte (Belanda-Cape Verde)
Laros Duarte (Belanda-Cape Verde)
Garry Rodrigues (Belanda-Cape Verde)
Willy Semedo (Perancis-Cape Verde)
Dailon Livramento (Belanda-Cape Verde)
Helio Varela (Portugal-Cape Verde)
Heriberto Tavares (Portugal-Cape Verde). []

Baca Juga  Live Streaming: Link Lyon vs Go Ahead Eagles, Kick-off 03.00 WIB

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini