MENU
Banner SINATA.ID
Seminar Anti Narkoba di Pematangsiantar Soroti Ancaman Serius bagi Pel...
WA FB
Pematangsiantar

Seminar Anti Narkoba di Pematangsiantar Soroti Ancaman Serius bagi Pelajar

J Editor : Jansen Siahaan | 13 Jun 2026 | 20:23 WIB
Seminar Anti Narkoba di Pematangsiantar Soroti Ancaman Serius bagi Pelajar
DPC PIKI Kota Pematangsiantar menggelar seminar anti narkoba yang diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius bagi pelajar dan generasi muda. Kondisi tersebut mendorong Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPC PIKI) Kota Pematangsiantar menggelar seminar bertema “Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba” di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Pematangsiantar, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 220 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK dan mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan di Kota Pematangsiantar. Seminar difokuskan pada upaya edukasi, pencegahan, serta peningkatan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Ketua Dewan Pakar DPC PIKI Kota Pematangsiantar, Muktar B. Panjaitan, menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan fisik dan mental, menurunkan prestasi belajar, hingga memicu berbagai persoalan sosial di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Pendidikan dan pengawasan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Muktar menilai upaya pemberantasan narkoba selama ini masih lebih banyak berfokus pada penindakan terhadap pelaku peredaran. Padahal, langkah pencegahan melalui pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda juga perlu diperkuat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua DPC PIKI Kota Pematangsiantar, Basrin A. Nababan, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran pelajar agar memahami risiko penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Menurutnya, pemahaman yang memadai akan membantu generasi muda menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan dan pergaulan yang berisiko.

Dalam sesi diskusi, peserta turut menyampaikan berbagai gagasan untuk memperkuat pendidikan anti narkoba di lingkungan sekolah. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penerapan edukasi bahaya narkoba secara berkelanjutan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah, termasuk pembentukan program duta anti narkoba di sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Siantar-Simalungun, Augus Sinaga, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan bebas dari pengaruh narkoba.

Ia mengingatkan para pelajar agar lebih selektif dalam memilih pergaulan serta aktif mengikuti kegiatan positif yang dapat mendukung masa depan mereka.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.