Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Sembilan WNI Korban Penahanan Israel di Laut Mediterania Tiba di Tanah Air

wni
Kemenlu sampaikan 9 WNI telah tiba kembali di tanah air dengan selamat pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 15.30 WIB. (Foto: X)

Peran Turki dalam Pemulangan Cepat

Keberhasilan pemulangan yang terbilang cepat ini tidak lepas dari peran besar Pemerintah Turki.

Setelah ditekan melalui jalur diplomasi multi-kanal oleh Kemlu RI, Israel akhirnya membebaskan ratusan relawan untuk dideportasi.

Advertisement

Turki memfasilitasi pesawat untuk mengevakuasi total 422 relawan kemanusiaan lintas negara dari Israel menuju Istanbul.

Dari sana, para relawan diterbangkan ke negara asal masing-masing. Selama masa transit di Istanbul, KJRI secara intensif mendampingi sembilan WNI untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi, dokumen perjalanan tersedia, dan koordinasi tiket kepulangan berjalan lancar.

Siapa Mereka?

Sembilan WNI tersebut terdiri dari empat jurnalis nasional—Bambang Noroyono, Thoudy Badai, Andre Nugroho, dan Rahendra Herubowo—serta lima aktivis kemanusiaan sipil.

Mereka ditangkap oleh tentara Israel pada 18-19 Mei 2026 saat menjadi bagian dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF), armada sipil internasional yang berlayar membawa bantuan logistik darurat menuju Gaza, Palestina.

Pencegatan sepihak oleh Israel di perairan lepas internasional itu menuai kecaman keras dari berbagai elemen dunia karena dinilai melanggar hukum humaniter laut sekaligus menghalangi bantuan kemanusiaan sipil yang seharusnya dilindungi.

Kini, setelah lebih dari sepekan terpisah dari keluarga di negeri orang, keduanya—para jurnalis yang meliput konflik dari dekat dan para relawan yang nekat berlayar demi membawa harapan—akhirnya pulang. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini