Peran Turki dalam Pemulangan Cepat
Keberhasilan pemulangan yang terbilang cepat ini tidak lepas dari peran besar Pemerintah Turki.
Setelah ditekan melalui jalur diplomasi multi-kanal oleh Kemlu RI, Israel akhirnya membebaskan ratusan relawan untuk dideportasi.
Turki memfasilitasi pesawat untuk mengevakuasi total 422 relawan kemanusiaan lintas negara dari Israel menuju Istanbul.
Dari sana, para relawan diterbangkan ke negara asal masing-masing. Selama masa transit di Istanbul, KJRI secara intensif mendampingi sembilan WNI untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi, dokumen perjalanan tersedia, dan koordinasi tiket kepulangan berjalan lancar.
Siapa Mereka?
Sembilan WNI tersebut terdiri dari empat jurnalis nasional—Bambang Noroyono, Thoudy Badai, Andre Nugroho, dan Rahendra Herubowo—serta lima aktivis kemanusiaan sipil.
Mereka ditangkap oleh tentara Israel pada 18-19 Mei 2026 saat menjadi bagian dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF), armada sipil internasional yang berlayar membawa bantuan logistik darurat menuju Gaza, Palestina.
Pencegatan sepihak oleh Israel di perairan lepas internasional itu menuai kecaman keras dari berbagai elemen dunia karena dinilai melanggar hukum humaniter laut sekaligus menghalangi bantuan kemanusiaan sipil yang seharusnya dilindungi.
Kini, setelah lebih dari sepekan terpisah dari keluarga di negeri orang, keduanya—para jurnalis yang meliput konflik dari dekat dan para relawan yang nekat berlayar demi membawa harapan—akhirnya pulang. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini