MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Sambut HUT Siantar, Himapsi dan TDBP SS Akan Gelar Marsombuh Sihol
WA FB
Berita

Sambut HUT Siantar, Himapsi dan TDBP SS Akan Gelar Marsombuh Sihol

G Editor : Gunawan Purba | 15 Apr 2026 | 09:27 WIB
Sambut HUT Siantar, Himapsi dan TDBP SS Akan Gelar Marsombuh Sihol
Flyer Himapsi dan TDBP

Pematangsiantar, Sinata.id - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-155 Kota Pematangsiantar, Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) bersama Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar-Simalungun (TDBP SS) akan menggelar pagelaran budaya dan tradisi Marsombuh Sihol.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/4/2026) di Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi kota.

Ketua DPC Himapsi Pematangsiantar, Nico Nathanael Sinaga, menjelaskan rangkaian acara akan dimulai sejak pagi hari dengan berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak dan remaja.

Untuk tingkat PAUD, panitia menyiapkan lomba mewarnai guna mengasah kreativitas sejak dini. Sementara itu, pelajar SD akan mengikuti lomba peragaan busana pengantin adat Simalungun sebagai upaya pelestarian budaya.

“Untuk tingkat SMP, akan digelar lomba pidato bertema nilai-nilai kepahlawanan Raja Sang Naualuh Damanik,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni budaya oleh sanggar binaan Himapsi dan Sanggar Sinalsal.

Puncak acara akan diisi dengan pagelaran budaya serta tradisi Marsombuh Sihol atau “Lepas Rindu”, yang menjadi simbol kebersamaan dan penguatan ikatan kekeluargaan dalam masyarakat Simalungun.

Nico menambahkan, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap budaya lokal.

“Kami ingin anak-anak muda merayakan sejarah dan budaya, bukan melupakannya,” katanya.

Hal senada disampaikan pengurus TDBP SS, Boi Damanik, yang menilai peringatan HUT kota harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni.

Menurutnya, pemilihan lokasi di Monumen Raja Sang Naualuh Damanik memiliki makna historis sekaligus menjadi titik awal gerakan pelestarian budaya.

“Tradisi Marsombuh Sihol menjadi ruang bagi generasi muda dan orang tua untuk berkumpul, bernostalgia, dan memperkuat komitmen menjaga identitas budaya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap nilai-nilai budaya Simalungun dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (SN14)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.