“Kami menggodok revisi UUPA di Aceh, sementara Forbes Aceh berperan besar memperjuangkannya di DPR RI. Mereka menunjukkan kepedulian yang luar biasa terhadap Aceh,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, TA Khalid menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki peran penting sesuai kapasitas masing-masing. Ia menilai kesamaan visi dan tujuan menjadi modal utama dalam memperjuangkan revisi UUPA.
“Yang terpenting adalah kita berada dalam satu bahasa dan satu tujuan, yakni untuk kepentingan Aceh. Mari bekerja maksimal dan menjaga komunikasi yang baik dengan semua pihak,” kata Khalid.
Di akhir pertemuan, seluruh peserta sepakat untuk terus memfokuskan pembahasan revisi UUPA pada aspek kewenangan dan fiskal Aceh sebagai prioritas utama.
“Kita akan terus bekerja dan berjuang sesuai jalur politik masing-masing demi kepentingan Aceh,” tutup Khalid. (SN24)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.