MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Renungan Kristen Matius 5:8 di Tengah Banjir Besar Melanda Medan dan I...
WA FB
Religi

Renungan Kristen Matius 5:8 di Tengah Banjir Besar Melanda Medan dan Indonesia

F Editor : Ferry SP Sinamo | 29 Nov 2025 | 05:05 WIB
Renungan Kristen Matius 5:8 di Tengah Banjir Besar Melanda Medan dan Indonesia
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH Sarapan Pagi Kristen — Prison Hospital Crusade Daniel Pardede Ministry Matius 5:8 – “Melihat Tuhan” “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Tuhan.”

Indonesia sedang menghadapi bencana alam yang bertubi-tubi. Dalam satu bulan terakhir, banjir dan longsor terjadi di berbagai daerah. Banyak rumah warga terendam hingga setinggi atap, dan tidak sedikit korban jiwa berjatuhan.

Di tengah situasi darurat itu, Renungan Sarapan Pagi Kristen tetap hadir. Penulis renungan ini mengetik pesan rohani sambil duduk di kursi dengan kakinya ditopang kursi lain, karena seluruh lantai rumahnya tergenang air setinggi 40 cm sejak pukul 16.00 hingga 03.30 dini hari. Meski banjir besar melanda Medan—terparah sejak 15 tahun terakhir—Renungan Sarapan Pagi tetap tersampaikan dengan segar.

*Bersyukur dalam Segala Keadaan*

Melalui kondisi hujan yang tak kunjung reda selama empat hari berturut-turut, renungan pagi ini mengajak umat untuk merenungkan bahwa rasa syukur tidak boleh hilang sekalipun bencana datang.

Tuhan sudah berjanji bahwa meskipun bencana atau kecelakaan menghampiri, Dia tetap menolong dan menyelamatkan umat-Nya. Tuhan tidak selalu menghalangi bencana itu datang, tetapi Dia memelihara, menjaga, dan meluputkan kita siang dan malam.

Pelayanan melalui video-video “Prison Hospital Crusade Daniel Pardede Ministry” menjadi bukti bahwa kasih dan penyertaan Tuhan nyata—bahwa Dia tetap menunjukkan belas kasih-Nya kepada umat, bahkan dalam keadaan tersulit.

*Kesucian Hati untuk Melihat Tuhan*

Renungan menegaskan kembali pesan inti Matius 5:8: Hanya orang yang menjaga kesucian hidup yang dapat melihat, merasakan, dan membedakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya.

Dalam setiap keadaan—baik berkat maupun bencana—kita diminta menjaga hati agar tetap murni, supaya kita dapat mengaminkan karya Tuhan dan tetap bersyukur dalam segala situasi.(A27).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.