Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Relokasi Pedagang Pasar Horas Ricuh, Sekda Ditolak, Mahasiswa Ditarik dan Dijambak

relokasi pedagang pasar horas ricuh, sekda ditolak, mahasiswa ditarik dan dijambak
Massa pedagang dan mahasiswa saat terlibat aksi saling dorong dengan aparatur

Pematangsiantar, Sinata.id – Relokasi pedagang Gedung IV Pasar Horas, Selasa malam 30 September 2025, ricuh. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Junaedi Sitanggang ditolak, baju mahasiswa ditarik dan rambutnya dijambak.

Pasca terbakar satu tahun lalu, kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar merelokasi pedagang dari depan Gedung IV Pasar Horas, sedikit ke arah bawah di Jalan Merdeka, ditolak sejumlah pedagang

Advertisement

Penolakan dilakukan pedagang yang bergabung di Komunitas Pedagang Pasar Horas (KP2H) dibawa kepemimpinan Agus Butar-butar. Sedangkan pedagang lainnya, tetap berkenan pindah ke lapak yang sudah disediakan pemerintah.

“Kami tidak mau direlokasi ke bawah. Kecuali pembangunan Gedung IV ini dipastikan. Kami menagih janji Gubernur Bobby Nasution,” ujarnya.

Baca Juga  Heboh! Operator SMK Manjusri Siantar Diduga Manipulasi Data Sertifikasi Guru

Tadi malam, pedagang dibantu sejumlah mahasiswa bersikeras menolak relokasi. Sementara disisi lain, pihak Pemko Pematangsiantar menginginkan relokasi dapat dilakukan.

Akhirnya gesekan pun terjadi. Aksi saling dorong pun dilakukan kedua bela pihak. Bahkan tampak, Sekda Junaedi Sitanggang ditolak hingga terdorong. Sementara, Andry, mahasiswa Fakultas Hukum USI, tiba-tiba melontarkan protes atas tindakan aparatur pemerintah, yang ia sebut bertindak represif.

“Bapak-bapak perhari ini, permalam ini kalian itu pemerintah. Jangan kalian melakukan intervensi dan represif seperti itu. Yang menarik bajuku siapa? Yang menjambak rambut ku siapa? Walah-walah,” ucap Andry dengan menggunakan toa.

Sedangkan Junaedi Sitanggang menyebut, relokasi dilakukan tetap dengan pendekatan. Dan aspirasi pedagang tetap ditampung.

Baca Juga  Tidak Ada Tanda Kekerasan, Polisi Duga Pria di Kos Siantar Tewas Karena Sakit

“Relokasi ini kita lakukan dengan pendekatan humanis dan penuh empati. Baik kepada pedagang maupun pemilik ruko di sepanjang Jalan Merdeka,” ujar Junaedi.

Sejumlah pedagang yang telah direlokasi ke bawah, saat ditemui mengatakan, di lokasi yang baru telah difasilitasi air, listrik, toilet dan keamanan. Hal itu, seperti dikatakan pedagang perempuan boru Sinambela.

“Ya, kita ikuti aja dulu arahan dari pak Sekda. Soalnya untuk listrik, toilet, dan keamanan sudah disiapkan mereka,” kata seorang pedagang sayur.

Pantauan Sinata.id, kelompok KP2H tetap bertahan menolak relokasi. Sementara pedagang lainnya memilih mengikuti arahan pemerintah dengan dukungan petugas Satpol PP. (SN15)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini