Medan, Sinata.id - Puluhan kendaraan roda empat jenis mobil dan truk mengantre padati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Marelan Raya Kelurahan Tanah 600 Kecamatan Medan Marelan, Medan, Kamis (11/6/2026) pagi.
Puluhan mobil dan truk itu rela mengantre di SPBU 14202143 untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis biosolar yang harganya disubsidi Pemerintah meski memakan jalur jalan Marelan Raya menuju Belawan dan sebaliknya.
"Iya mau cemana lagi bang, harus ngantre lah kami ini mau dapat minyak biosolar yang masih murah. Yang lainnya sudah pada naik kan, mahal jadinya bang," ujar Bambang, sopir truk saat mengantre.
Ia mengaku ingin mengisi BBM jenis biosolar dengan penuh dalam tangki truknya. "Iya isi penuh lah bang, biar gak ngantre-ngantre lagi nanti," ungkapnya.
Pantauan Sinata.id di lokasi SPBU, antrean mengular hingga memakan separuh jalan dan menyebabkan kemacetan. Petugas keamanan SPBU yang enggan disebutkan namanya, mencoba mengurai antrean agar tetap tertib menuju keluar SPBU saat antrean, meskipun membuat kemacetan.

"Antrean biosolar pak," sebut petugas keamanan SPBU tersebut.
Tidak hanya itu, antrean juga terlihat di jalur pengisian BBM jenis pertalite untuk sepeda motor. Meski tidak menimbulkan kemacetan namun, puluhan kendaraan roda dua itu sudah mengantre panjang.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green. Penyesuaian harga ini diputuskan setelah dikordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyebut penyesuaian harga BBM non subsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
Dalam komitmennya melaksanakan tugas pendistribusian BBM Bersubsidi baik BBM jenis gasoline yaitu pertalite dan BBM jenis gasoil yaitu biosolar, harga jual kedua produk BBM bersubsidi tersebut tetap dilayani dengan harga jual pertalite Rp10.000 / liter dan biosolar Rp6.800/liter. (A07)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.