MENU
Banner SINATA.ID
Profil Frank-Walter Steinmeier, Presiden Jerman yang Kunjungi Indonesi...
WA FB

Profil Frank-Walter Steinmeier, Presiden Jerman yang Kunjungi Indonesia

Steinmeier merupakan salah satu tokoh politik paling berpengalaman di Eropa dan telah memegang jabatan Presiden Jerman sejak 2017.

T Editor : Tigor Munthe 15 Jun 2026 | 17:08 WIB
Profil Frank-Walter Steinmeier, Presiden Jerman yang Kunjungi Indonesia
Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier. (Foto: Ist)

JAKARTA, Sinata.id – Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia dan disambut Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Steinmeier merupakan salah satu tokoh politik paling berpengalaman di Eropa dan telah memegang jabatan Presiden Jerman sejak 2017.

Penasaran dengan sosok Presiden Frank-Walter Steinmeier? Ini profil singkatnya.

Nama: Frank-Walter Steinmeier

Lahir di Detmold, Jerman Barat, 5 Januari 1956

Mulai menjabat: 19 Maret 2017

Partai Politik: Social Democratic Party of Germany (SPD)

Frank-Walter Steinmeier merupakan salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Jerman dalam dua dekade terakhir. 

Sebelum menjadi Presiden Jerman, ia dikenal luas sebagai diplomat senior dan politikus yang berpengalaman dalam urusan luar negeri.

Steinmeier menempuh pendidikan hukum dan ilmu politik di University of Giessen. 

Karier politiknya berkembang pesat setelah bergabung dengan Partai Demokrat Sosial Jerman (SPD) dan menjadi salah satu orang kepercayaan mantan Kanselir Gerhard Schröder.

Karier Politik

Kepala Kantor Kanselir Jerman (1999–2005)

Menteri Luar Negeri Jerman (2005–2009)

Menteri Luar Negeri Jerman kembali (2013–2017)

Presiden Jerman (2017–sekarang)

Sebagai Menteri Luar Negeri, Steinmeier dikenal aktif dalam diplomasi internasional dan penyelesaian konflik, termasuk isu Timur Tengah, Ukraina, serta hubungan Uni Eropa dengan berbagai negara mitra.

Berbeda dengan kanselir yang memimpin pemerintahan, Presiden Jerman berperan sebagai kepala negara dan simbol persatuan nasional. 

Dalam kapasitas tersebut, Steinmeier banyak menyoroti isu demokrasi, perdamaian, hak asasi manusia, serta kerja sama internasional.

Pada 2022, ia terpilih kembali untuk masa jabatan kedua sebagai Presiden Jerman, sebuah pencapaian yang relatif jarang terjadi dalam politik Jerman modern.

Hubungan dengan Indonesia

Steinmeier memiliki perhatian khusus terhadap kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia. 

Kunjungan kenegaraannya ke Jakarta pada 15 Juni 2026 bertujuan memperkuat kerja sama bilateral di bidang ekonomi, investasi, energi hijau, pendidikan, teknologi, dan transisi energi.

Dia merupakan Presiden Jerman ke-12 sejak berdirinya Republik Federal Jerman.

Menguasai bidang hukum dan kebijakan luar negeri. Salah satu diplomat Eropa paling berpengalaman sebelum menjadi kepala negara.

Steinmeier dikenal sebagai pendukung kuat multilateralisme dan kerja sama internasional.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.