MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Prabowo Bongkar Borok Negara: Ada yang Rampok, Ada yang Bisa Disuap
WA FB
Nasional

Prabowo Bongkar Borok Negara: Ada yang Rampok, Ada yang Bisa Disuap

R Editor : Redaksi Sinata | 25 Dec 2025 | 13:26 WIB
Prabowo Bongkar Borok Negara: Ada yang Rampok, Ada yang Bisa Disuap
Presiden Prabowo Subianto menegaskan penyelamatan Rp6,6 triliun dari kasus kehutanan dan korupsi hanyalah awal. Negara, kata Prabowo, tidak akan kompromi menghadapi praktik serakahnomics dan perampokan aset publik. (Ist)

 

Sinata.id - Presiden Prabowo Subianto angkat suara soal praktik kebocoran keuangan negara yang dinilai masih menggerogoti sendi pemerintahan. Dalam pernyataannya, Prabowo menyinggung adanya kekuatan tertentu yang dinilai ikut bermain di balik praktik-praktik tersebut, bahkan ia mengaku tak gentar meski pernyataannya kerap menuai cibiran.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri agenda penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Rabu (24/12/2025). Di hadapan jajaran penegak hukum dan pejabat negara, Presiden menegaskan komitmennya untuk berdiri di garis depan membela kepentingan rakyat.

“Saya tidak peduli jika ada yang menertawakan saya ketika bicara soal kekuatan asing. Saya dipilih rakyat, saya dilantik untuk rakyat, dan bagi saya, mengabdikan diri sampai akhir hayat demi bangsa ini adalah kehormatan,” ujar Prabowo dengan nada tegas.

Prabowo mengungkapkan, sejak awal menjabat, dirinya telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan agar berani bercermin dan mengakui adanya kelemahan dalam tata kelola negara. Ia menggambarkan negara layaknya tubuh manusia, di mana kekayaan nasional berperan sebagai aliran darah.

“Kalau tubuh manusia terus kehilangan darah, pasti tumbang. Begitu juga negara. Kalau kekayaannya bocor terus-menerus, dirampok, dimanipulasi, diselundupkan, bagaimana mungkin negara bisa bertahan?” tegasnya.

Menurut Kepala Negara, praktik manipulasi laporan, suap, hingga penyelundupan menjadi ancaman serius yang menggerogoti fondasi bangsa. Ia menilai kebocoran tersebut bukan persoalan kecil, melainkan bahaya laten yang harus dihentikan tanpa kompromi.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung keberhasilan penyelamatan keuangan negara senilai Rp6 triliun dari berbagai kasus, mulai dari pelanggaran di sektor kehutanan hingga tindak pidana korupsi. Namun, ia menegaskan angka tersebut baru sebagian kecil dari potensi kerugian negara yang selama ini terjadi.

“Masih banyak penyimpangan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Ada pihak-pihak yang menganut pola pikir serakah, meremehkan negara, menganggap pejabat bisa dibeli, dan hukum bisa dinegosiasikan,” kata Prabowo.

Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus memerangi praktik korupsi tanpa pandang bulu. Presiden meminta seluruh aparat penegak hukum tetap tegak, tidak gentar terhadap tekanan, serta tidak tergoda bujukan apa pun.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.