MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Pink Moon 2 April 2026: Waktu Puncak, Fakta, dan Cara Melihat Bulan Pu...
WA FB
Sains & Teknologi

Pink Moon 2 April 2026: Waktu Puncak, Fakta, dan Cara Melihat Bulan Purnama

J Editor : Jansen Siahaan | 26 Mar 2026 | 08:00 WIB
Pink Moon 2 April 2026: Waktu Puncak, Fakta, dan Cara Melihat Bulan Purnama
Ilustrasi pink moon. (freepik)

Pematangsiantar, Sinata.id – Fenomena astronomi Pink Moon diprediksi mencapai puncaknya pada 2 April 2026. Secara teknis, fase purnama terjadi pada pukul 09.12 WIB (02.12 UTC).

Meski demikian, keindahan bulan purnama tetap dapat dinikmati dalam rentang waktu sekitar 12 jam sebelum dan sesudah puncak tersebut.

Bagi pengamat di Indonesia, fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang di seluruh wilayah, sejajar dengan pengamat di berbagai kota dunia seperti New York, London, Beijing, dan Tokyo.

Panduan Navigasi Langit Malam

Saat terbit di ufuk timur, Pink Moon akan tampak bersinar terang di atas Spica, bintang paling cemerlang di konstelasi Virgo. Menjelang tengah malam, posisi Bulan akan melengkung di atas cakrawala selatan, sebelum akhirnya terbenam di barat sesaat setelah matahari terbit.

Selain Bulan, langit malam pada 2 April juga akan dihiasi sejumlah objek menarik, antara lain:

Jupiter: Objek paling terang setelah Bulan, terlihat di langit barat daya, dekat dengan bintang Castor dan Pollux di konstelasi Gemini.

Konstelasi Orion: Tampak berada di bawah posisi Jupiter.

Ursa Major (Biduk): Terlihat di bagian atas kiri konstelasi Virgo.

Venus: Muncul di cakrawala barat saat matahari terbenam, namun hanya terlihat singkat.

Fakta Pink Moon 2026

Pink Moon merupakan bulan purnama keempat sepanjang tahun 2026 dengan jarak rata-rata sekitar 393.000 kilometer dari Bumi. Fenomena ini dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, selama kondisi cuaca mendukung.

Meskipun disebut “Pink Moon”, Bulan tidak benar-benar berwarna merah muda. Secara ilmiah, warna Bulan tetap putih keperakan atau kekuningan karena memantulkan cahaya Matahari.

Istilah “Pink Moon” berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara yang merujuk pada mekarnya bunga phlox atau moss pink pada awal musim semi.

Namun, dalam kondisi tertentu, Bulan dapat tampak jingga atau kemerahan saat berada rendah di ufuk. Hal ini disebabkan oleh hamburan cahaya oleh partikel debu dan atmosfer Bumi, serupa dengan fenomena warna saat matahari terbit dan terbenam.

Nama Lain dan Makna Budaya

Selain dikenal sebagai Pink Moon, bulan purnama April juga memiliki sejumlah nama lain dalam berbagai budaya, antara lain:

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.