MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Pihak Sekolah Ungkap Kronologi Siswa SD Diduga Dipukul Ayah dengan Kab...
WA FB
Regional

Pihak Sekolah Ungkap Kronologi Siswa SD Diduga Dipukul Ayah dengan Kabel Charger

B Editor : Brian Nicholson | 16 Apr 2026 | 22:00 WIB
Pihak Sekolah Ungkap Kronologi Siswa SD Diduga Dipukul Ayah dengan Kabel Charger
Seorang siswa sekolah dasar mendapat pendampingan dari pihak sekolah setelah diduga mengalami kekerasan di rumah. (Photo: Ilustrasi)

Pematangsiantar, Sinata.id – Pihak sekolah akhirnya angkat bicara terkait insiden kekerasan yang dialami salah satu peserta didiknya, berinisial AS (9), yang diduga mengalami luka-luka akibat dipukul oleh ayah kandungnya sendiri.

Kepala Sekolah Surono mengungkapkan, peristiwa tersebut baru diketahui pihak sekolah pada Rabu (15/4/2026).

"Kejadiannya semalam baru diketahui. Awalnya guru kelas yang tahu kemudian dilaporkan ke kami," ujar Surono saat ditemui di kompleks sekolah di Kecamatan Siantar Marihat, Kamis (16/4/2026).

Menurut Surono, korban tidak menceritakan langsung kejadian yang dialaminya kepada guru kelas. Insiden tersebut justru terungkap saat jam istirahat, ketika seorang mahasiswi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) melontarkan candaan kepada AS yang sedang menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Dia nggak mengeluh, jadi pas pembagian MBG, Miss-nya melihat AS ini makan lahap, terus dicandai ditanya kenapa lahap kali makan. Jadi saat didekati dilihat tangannya lebam," ujarnya.

Surono menjelaskan, korban dikenal sebagai siswa yang baik dan periang. Saat ini, AS duduk di bangku kelas I SD, meskipun usianya seharusnya sudah berada di kelas III.

Kecurigaan semakin kuat setelah mahasiswi PPL tersebut mencoba mendekati dan membujuk AS. Setelah itu, korban akhirnya bersedia membuka seragamnya dan memperlihatkan kondisi tubuhnya kepada pihak sekolah.

"Setelah dibujuk Miss-nya, lalu dibuka seragamnya, tubuhnya sudah memar semua. Miss-nya curiga ini bukan karena terjatuh," kata Surono.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk tidak langsung menghubungi orang tua korban, mengingat AS mengaku takut kepada ayahnya. Sebagai langkah awal, pihak sekolah kemudian menghubungi beberapa tetangga yang dikenal oleh korban.

Berdasarkan pengakuan AS kepada pihak sekolah, ia dipukul oleh ayahnya menggunakan kabel charger telepon genggam pada Rabu (15/4/2026) malam. Hal itu disebut dipicu karena handphone milik ayahnya mengalami kerusakan.

Surono mengatakan, pihak sekolah saat ini masih terus melakukan pendekatan kepada korban serta memberikan dukungan psikologis. Ia berharap kasus ini segera mendapat penanganan dari pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami terus memberikan support kepada AS. Anak ini perlu perlindungan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.