Sinata.id – Perselisihan sepele saat bermain biliar berubah menjadi pembunuhan ketika seorang petani di Simalungun, Edward Sembiring (52), tewas dalam perkelahian yang memanas di Dusun Dolok Maraja Timur, Nagori Saran Padang. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil memburu dan menangkap pelaku, Dolmansen Sipayung (35), di kawasan perbukitan tempat ia mencoba bersembunyi.
Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa bermula dari perselisihan kecil saat korban dan sejumlah warga bermain biliar di sebuah warung pada Kamis malam (13/11/2025), sekitar pukul 23.30 WIB.
Suasana berubah panas ketika terjadi cekcok mengenai giliran bermain.
“Keributan itu berkembang menjadi perkelahian antara korban dan beberapa pemain lain, termasuk pelaku,” ungkap Kepala Unit Jatanras Polres Simalungun, Ipda Ivan Purba kepada media, Sabtu (15/11/2025).
Baca Juga: Polda Sumut Amankan 255 Kg Ganja dan Dua Kurir di Jalur Karo
Setelah dilerai, para saksi meminta pelaku pulang untuk meredakan ketegangan.
Namun hanya beberapa menit di rumah, Dolmansen kembali berpapasan dengan korban yang ternyata menunggu di jalan.
Korban diduga menyerang terlebih dahulu hingga tangan pelaku terluka.
Terbakar emosi, pelaku mengambil pisau dari rumahnya lalu menyusul korban yang sudah berada di depan kediamannya, hanya berjarak belasan meter dari lokasi awal.
Di titik itu, perkelahian kedua terjadi, lebih brutal dari sebelumnya.
Korban terkena luka tusukan yang membuatnya ambruk.
Warga yang panik segera membawa korban ke Puskesmas Saran Padang, namun nyawanya tak tertolong.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi melalui LP/B/487/XI/2025 pada 14 November 2025.
Dalam hitungan jam, tim Jatanras berhasil mendeteksi persembunyian Dolmansen dan meringkusnya tanpa perlawanan.
Dolmansen Sipayung, diamankan Jumat pagi (14/11/2025), sekitar pukul 08.00 WIB, sebelum ia sempat melarikan diri lebih jauh.
Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manulang saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/11/2025) siang menegaskan, respons cepat polisi adalah bentuk komitmen untuk melindungi masyarakat dari tindak kekerasan.
“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak tanpa menunggu. Kami ingin memastikan keamanan warga tetap terjaga,” ujar AKP Herison.
Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, sandal hitam, dan sarung pisau.
Tiga saksi yang berada di lokasi juga sudah dimintai keterangan.
AKP Herison memastikan penyidik tengah menangani kasus ini secara profesional.
“Pelaku sudah kami amankan dan kini menjalani proses hukum sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya. [dfb]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini