MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Perang di Timur Tengah dan Firman Tuhan: Dari Nubuat Yehezkiel hingga...
WA FB
Religi

Perang di Timur Tengah dan Firman Tuhan: Dari Nubuat Yehezkiel hingga Tanda Kedatangan Yesus

F Editor : Ferry SP Sinamo | 08 Mar 2026 | 01:47 WIB
Perang di Timur Tengah dan Firman Tuhan: Dari Nubuat Yehezkiel hingga Tanda Kedatangan Yesus
Pdt Manser Sagala, M.Th

​Ketidakhadiran yang Mencolok: Dalam perang Yehezkiel 38, Israel tampak berdiri sendiri tanpa bantuan militer dari negara besar mana pun. Beberapa penafsir berspekulasi bahwa ini mungkin menandakan penurunan pengaruh AS atau ketidakmampuan AS untuk membantu Israel pada saat itu, sehingga Israel hanya bisa bergantung pada pertolongan Tuhan secara supranatural.

​Seba dan Dedan: Yehezkiel 38:13 menyebutkan "Seba dan Dedan serta pedagang-pedagang Tarsis" yang hanya melayangkan protes verbal tanpa membantu secara militer. Beberapa menafsirkan ini sebagai negara-negara Barat atau sekutu yang pasif.

4. Nubuat Mengenai "Elam" (Yeremia 49:35-39)

​Selain Yehezkiel, Kitab Yeremia juga mencatat nubuat khusus tentang Elam (salah satu wilayah di Iran kuno):

​Tuhan menyatakan akan "mematahkan busur Elam" (kekuatan militer) dan mencerai-beraikan mereka.

​Namun, ada janji pemulihan: "Tetapi di kemudian hari, Aku akan memulihkan keadaan Elam, demikianlah firman TUHAN."

(Yeremia 49:39). Banyak pemimpin gereja saat ini melihat ini sebagai pertumbuhan pesat kekristenan di Iran di tengah tekanan politik.

5. Tanda-Tanda Menuju Armagedon?

​Dalam Matius 24 dan Wahyu 16, disebutkan bahwa perang dan "deru perang" adalah tanda awal kesudahan zaman.

Konflik di Timur Tengah dipandang sebagai "titik api" karena melibatkan Yerusalem, yang menurut Alkitab akan menjadi pusat perhatian seluruh dunia menjelang kedatangan Kristus yang kedua kali (Zakharia 12:3).

Sikap yang dianjurkan bagi kita yang percaya dan beriman kepada Allah agar kita tidak takut, melainkan waspada,fokus utamanya bukanlah memprediksi tanggal pasti perang , melainkan untuk "berjaga jaga".

Matius 24:42 dan berdoa bagi perdamaian dunia Mazmur 122:6.

Pada akhirnya, konflik yang terjadi di dunia bukan hanya persoalan politik, kekuatan militer, atau kepentingan negara. Bagi orang percaya, setiap peristiwa juga mengingatkan bahwa sejarah dunia berada di dalam kendali Tuhan.

Alkitab telah mengingatkan bahwa menjelang akhir zaman akan ada berbagai gejolak, perang, dan ketegangan antarbangsa. Namun Firman Tuhan juga menegaskan bahwa umat-Nya tidak dipanggil untuk hidup dalam ketakutan, melainkan dalam kewaspadaan dan iman.

Karena itu, sikap yang benar bagi orang percaya bukanlah sibuk menebak kapan perang besar akan terjadi, tetapi hidup dalam pertobatan, berjaga-jaga, serta tetap setia kepada Tuhan. Yesus sendiri berkata, “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Matius 24:42).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.