Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Penunjukkan John Herdman Sebagai Pelatih Timnas Jadi Sorotan Ketua Komisi X DPR RI

ketua komisi x dpr: ai di jurnalisme harus jadi alat bantu, bukan pengganti
Hetifah (Parlementaria)

Jakarta, Sinata.id – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai keputusan PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia patut menjadi perhatian publik.

Menurut Hetifah, penunjukkan John Herdman mencerminkan keseriusan dalam menata ulang arah pembinaan sepak bola nasional menuju sistem yang lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan.

Advertisement

Katanya, rekam jejak internasional Herdman menjadi modal penting. Ia dikenal sukses mengantarkan tim nasional putra dan putri Kanada menembus Piala Dunia.

Dengan latar belakang tersebut, Herdman diharapkan tidak hanya mendongkrak prestasi dalam waktu singkat, tetapi juga membangun fondasi pembinaan sepak bola Indonesia yang kuat dan menyeluruh.

Ia berharap di bawah kepemimpinan Herdman, kualitas permainan Timnas dapat meningkat, baik dari sisi taktik, kedisiplinan bermain, maupun mental bertanding para pemain di berbagai level kompetisi.

Baca Juga  Baleg Siapkan Revisi Aturan Pensiun Pejabat Usai Putusan MK

Namun, Hetifah menegaskan bahwa peningkatan tersebut harus berjalan seiring dengan program pembinaan jangka panjang yang konsisten dan terencana.

Komisi X DPR RI pun memberikan sejumlah catatan penting. Pertama, fokus pada regenerasi dan pembinaan pemain muda harus menjadi agenda utama.

Pelatih anyar diharapkan mampu mengoptimalkan potensi talenta muda Indonesia serta membangun kesinambungan Timnas, bukan semata mengandalkan pemain yang sudah jadi.

Kedua, proses seleksi pemain perlu dilakukan secara objektif dan adil, baik bagi pemain lokal maupun diaspora yang berkiprah di luar negeri, dengan indikator teknis yang jelas dan transparan.

Ketiga, diperlukan sinergi yang kuat antara Timnas, klub-klub lokal, dan sistem kompetisi nasional. Tanpa hubungan yang sehat di antara ketiganya, target prestasi jangka panjang dinilai akan sulit diwujudkan.

Baca Juga  Belum Ada Kepastian Penundaan Haji 2026

Keempat, penguatan sistem pencarian bakat hingga ke daerah-daerah harus terus dilakukan agar pengembangan sepak bola tidak terpusat di wilayah tertentu, melainkan benar-benar menggali potensi dari seluruh penjuru tanah air.

Hetifah juga mengingatkan bahwa padatnya agenda Timnas sepanjang 2026, mulai dari FIFA Match Day hingga Piala AFF, tidak boleh membuat sepak bola Indonesia terjebak pada orientasi hasil instan.

Evaluasi terhadap pelatih dan tim, lanjutnya, harus dilakukan secara objektif, berbasis proses, dan berorientasi pada penguatan ekosistem sepak bola nasional secara menyeluruh.

Sebagai penutup, Komisi X menyatakan dukungan terhadap langkah PSSI merekrut pelatih dengan reputasi internasional, seraya menekankan pentingnya akuntabilitas, kesinambungan pembinaan, serta keberpihakan pada pengembangan talenta nasional.

Baca Juga  Bareskrim Selidiki Penyebab Blackout Sumatera, Konduktor Sutet Jambi Putus

“Sepak bola Indonesia tidak cukup hanya mengejar kemenangan. Yang dibutuhkan adalah sistem yang kokoh, visi jangka panjang, dan komitmen bersama untuk berkembang secara konsisten,” pungkas Politisi Partai Golkar tersebut, Senin (5/1/2026). (*)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini