Tak hanya masyarakat, sektor perbankan pun ikut terdampak. Sejumlah bank bahkan disebut meminta dukungan teknologi untuk membantu proses investigasi karena keterbatasan sistem yang mereka miliki.
“Perbankan juga minta bantuan karena mereka kesulitan mengungkap dengan teknologi yang ada,” ujarnya.
Dari kunjungan tersebut, Nurul menilai banyak masukan penting yang dapat menjadi dasar bagi Komisi I dalam fungsi pengawasan, termasuk dalam pembahasan anggaran.
“Kami mendapat insight yang sangat berharga. Ke depan, anggaran harus diarahkan secara lebih preventif,” jelasnya.
Ia pun menutup dengan penegasan bahwa penguatan perangkat dan teknologi mutlak dibutuhkan agar negara mampu mengimbangi kecanggihan para pelaku kejahatan siber.
“Perlu alat dan sistem yang lebih canggih agar kita tidak terus tertinggal,” tandas Nurul Arifin. (A18)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.