Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Pencarian Dramatis di Sungai Aek Tolang Berakhir Duka, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas Tersangkut Pohon Sawit

pencarian dramatis di sungai aek tolang berakhir duka, bocah 12 tahun ditemukan tewas tersangkut pohon sawit
Tim gabungan BPBD, TNI-Polri Tapanuli Tengah bersama warga saat melakukan evakuasi korban hanyut di Sungai Aek Tolang, Kecamatan Pandan, pada malam hari. (Foto: Istimewa)

Tapanuli Tengah, Sinata.id – Upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan di Sungai Aek Tolang, Kecamatan Pandan, akhirnya membuahkan hasil, namun berujung duka. Seorang bocah berusia 12 tahun yang sebelumnya dilaporkan hanyut, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) malam.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah (Tapteng) bersama Basarnas Pos Sibolga, TNI-Polri, serta masyarakat setempat terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

Advertisement

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana BPBD Tapteng, Ardiansyah Harahap, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB, saat sejumlah anak mandi di Sungai Aek Tolang, tepatnya di kawasan jembatan dekat Sekolah Swasta St. Fransiskus Pandan.

Baca Juga  Kebakaran Hebat di Bukit Pinangsori Tapteng, Api Cepat Menyebar

“Dari 13 anak tersebut, tiba-tiba dua orang terbawa arus sungai yang deras. Satu orang berhasil selamat, sementara satu lainnya hilang dan diduga tenggelam,” ujar Ardiansyah, Sabtu (25/4/2026).

Mendapat laporan tersebut, tim BPBD Tapteng langsung bergerak cepat menuju lokasi. Pencarian dilakukan dengan mengerahkan Regu 1 dan Regu 2 bersama Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog), serta melibatkan unsur Basarnas, TNI-Polri, dan warga sekitar.

Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai yang memiliki arus cukup deras. Upaya ini berlangsung selama beberapa jam dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Akhirnya, pada pukul 20.22 WIB, korban berhasil ditemukan.

“Korban atas nama Daniel Medianto Panjaitan (12), warga Jalan Prof. MR. Hazairin Gang Anugerah, ditemukan tersangkut di batang pohon sawit dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemkab Tapteng Terima Aksi AMPM, BPBD Pastikan Data Bantuan Tahap Kedua Berjalan

Setelah ditemukan, tim gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai. Kondisi arus yang deras dapat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang yang memadai.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama di musim dengan intensitas hujan tinggi yang dapat menyebabkan debit air sungai meningkat secara tiba-tiba. (SN16)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini