MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Pemkab Taput Gandeng Dua Yayasan untuk Perkuat Konservasi Harangan Tap...
WA FB
Regional

Pemkab Taput Gandeng Dua Yayasan untuk Perkuat Konservasi Harangan Tapanuli

G Editor : Gunawan Purba | 08 Jun 2026 | 19:47 WIB
Pemkab Taput Gandeng Dua Yayasan untuk Perkuat Konservasi Harangan Tapanuli
Pemkab Taput gandeng 2 yayasan untuk perkuat konservasi Harangan

Taput, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menjalin kerja sama dengan Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa (Tahukah) dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) guna mendukung pelestarian lingkungan dan perlindungan ekosistem Harangan Tapanuli.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin (8/6/2026).

Kegiatan itu dihadiri Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan, Sekretaris Daerah Henry M.M. Sitompul, Direktur Eksekutif Yayasan Tahukah Erwin Alamsyah Siregar, serta Direktur Eksekutif YOSL-OIC Syafrizaldi. Hadir pula sejumlah pimpinan perangkat daerah dan camat dari wilayah yang menjadi lokasi program.

Kerja sama yang disepakati mencakup dua bidang utama. Pertama, penguatan daya dukung berbasis kehutanan dan lingkungan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kedua, perlindungan Orangutan Tapanuli beserta habitatnya melalui program konservasi berkelanjutan di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan menyatakan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, pembangunan dan pelestarian lingkungan perlu berjalan seimbang sehingga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem.

Pemkab Taput juga mendorong penguatan kemitraan dengan organisasi non-pemerintah (NGO) dalam mendukung berbagai program konservasi dan pengembangan wilayah. Salah satu peluang yang dikembangkan adalah pemanfaatan kawasan Masyarakat Hukum Adat (MHA) sebagai pusat penelitian dan kawasan wisata berbasis konservasi.

Selain itu, pemerintah daerah meminta dukungan yayasan dalam meningkatkan edukasi mengenai Orangutan Tapanuli kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan di sekolah-sekolah, penyediaan media pembelajaran, serta kampanye pelestarian satwa endemik tersebut.

Sebagai tindak lanjut kerja sama, program konservasi akan difokuskan di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Simangumban meliputi Desa Lobu Sihim, Desa Dolok Saut, dan Desa Dolok Sanggul; Kecamatan Pahae Julu di Desa Pantis; Kecamatan Sipoholon di Desa Rura Julu Toruan dan Desa Rura Julu Dolok; serta Kecamatan Parmonangan di Desa Pertengahan dan Desa Hutajulu Parbalik.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.