MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Pekerja IT “Siluman” Korea Utara Menyusup ke Perusahaan Barat, Kripto...
WA FB
News

Pekerja IT “Siluman” Korea Utara Menyusup ke Perusahaan Barat, Kripto Rp13,5 Triliun Diduga Disedot

R Editor : Redaksi Sinata | 16 Mar 2026 | 17:50 WIB
Pekerja IT “Siluman” Korea Utara Menyusup ke Perusahaan Barat, Kripto Rp13,5 Triliun Diduga Disedot
Ilustrasi. (Ist)

Dalam kasus ini, dua entitas disebut ikut terseret dalam daftar sanksi internasional.

Salah satunya adalah Amnokgang Technology Development Company, perusahaan Korea Utara yang diduga mengatur penempatan pekerja IT di luar negeri sekaligus mendukung pengadaan teknologi bagi militer.

Perusahaan lain yang ikut disanksi adalah Quangvietdnbg International Services Company Limited yang berbasis di Vietnam. Perusahaan ini diduga berperan mengonversi pendapatan para pekerja tersebut menjadi aset kripto.

Salah satu tokoh yang disorot adalah Nguyen Quang Viet, CEO perusahaan tersebut. Ia disebut telah membantu mengubah sekitar USD 2,5 juta dana menjadi kripto untuk kepentingan Korea Utara dalam periode 2023 hingga 2025.

Pemerintah Amerika Serikat menganggap praktik ini sebagai ancaman serius terhadap keamanan global.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa rezim Korea Utara kini memanfaatkan data sensitif sebagai alat strategis dalam operasi mereka.

“Rezim tersebut mempersenjatai data sensitif, dan Amerika Serikat akan terus mengikuti jejak aliran uangnya,” ujar Bessent, dikutip Senin (16/3/2026).

Washington menegaskan akan terus melacak aliran dana kripto yang diduga terkait dengan jaringan tersebut.

Kasus ini muncul di tengah lonjakan besar kejahatan kripto secara global.

Sepanjang 2025 saja, nilai transaksi kripto ilegal diperkirakan mencapai USD 154 miliar hingga USD 158 miliar, melonjak sekitar 145% dibanding tahun sebelumnya.

Para peretas juga dilaporkan berhasil mencuri sekitar USD 2,87 miliar dari 150 kasus peretasan kripto sepanjang tahun tersebut.

Salah satu kasus terbesar terjadi pada platform kripto Bybit pada Februari 2025 yang menyebabkan kerugian sekitar USD 1,46 miliar.

Selain itu, stablecoin kini disebut menyumbang sekitar 84% dari seluruh transaksi ilegal, karena likuiditasnya tinggi dan mudah dipindahkan lintas negara.

Secara keseluruhan, Korea Utara diperkirakan telah mencuri sekitar USD 2,02 miliar aset kripto sepanjang 2025, meningkat sekitar 51% dibanding tahun sebelumnya.

Operasi ini bahkan disebut melibatkan lebih dari 40 negara, dengan sekitar 1.500 pekerja IT berbasis di China dan sekitar 500 lainnya tersebar di Rusia, Laos, Kamboja, serta beberapa negara Afrika. [a46]

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.