MENU
Pangulu Baliju Jarang Masuk Kantor, Pemerintahan Desa Tersendat
WA FB
Berita

Pangulu Baliju Jarang Masuk Kantor, Pemerintahan Desa Tersendat

G Editor : Gunawan Purba | 17 Apr 2026 | 17:28 WIB
Pangulu Baliju Jarang Masuk Kantor, Pemerintahan Desa Tersendat
Kantor Pangulu Baliju, Tanah Jawa

Simalungun, Sinata.id - Pemerintahan Nagori (Pemnag) Baliju, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun dilaporkan berjalan tanpa kehadiran aktif Pangulu (Kepala Desa) Joen Andilo Manurung selama kurang lebih enam bulan terakhir.

Kondisi tersebut berdampak pada tersendatnya sejumlah program desa. Hingga Kamis (16/4/2026), aktivitas pemerintahan disebut hanya berjalan seadanya oleh perangkat desa.

Salah seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Pangulu Joen Andilo Manurung jarang masuk kantor dan sulit dihubungi.

“Dalam satu bulan, paling hanya sekali beliau masuk kantor. Kami juga kesulitan menghubungi. Nomor yang digunakan sering berganti, biasanya hanya aktif beberapa hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini perangkat desa hanya menjalankan tugas yang bisa mereka kerjakan tanpa arahan langsung dari pimpinan.

“Kami bekerja sebisanya saja. Banyak program desa yang seharusnya bisa diselesaikan, tetapi jadi tersendat karena ketidakhadiran Pangulu,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah warga menyebut ketidakhadiran Pangulu diduga berkaitan dengan persoalan utang. Seorang warga bermarga Simajuntak mengaku beberapa kali melihat orang datang ke rumah Pangulu untuk mencarinya.

“Sering ada yang datang ke rumahnya, tapi selalu tertutup. Katanya karena ada urusan utang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan seorang pemilik kedai tuak di sekitar kediaman Pangulu. Ia mengatakan Joen Andilo Manurung sudah sekitar dua minggu tidak terlihat di lokasi tersebut.

“Biasanya beliau datang ke sini, tapi sudah dua minggu ini tidak nampak,” katanya.

Ia juga mengaku kerap didatangi sejumlah orang yang menanyakan keberadaan Pangulu. “Banyak yang datang mencari, katanya untuk menagih utang,” ujarnya.

Warga lain yang berada di lokasi tersebut menyebut Pangulu sempat meminjam uang dari beberapa pihak dengan alasan untuk pembangunan desa.

“Katanya untuk pembangunan desa, nanti dibayar setelah dana desa cair. Tapi sampai sekarang belum dibayar,” ungkapnya.

Salah seorang pemberi pinjaman, R Sihombing, mengaku memiliki piutang sebesar Rp95 juta kepada Pangulu Joen Andilo Manurung, dengan jaminan sebuah mobil Kijang kapsul tanpa dokumen BPKB.

“Total utangnya Rp95 juta. Sudah beberapa kali saya datang ke rumahnya, tapi tidak pernah bertemu. Waktu meminjam, banyak janji, tapi saat jatuh tempo tidak pernah muncul,” katanya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.