MENU
Nahkoda Kapal Ferry di Danau Toba Diduga Bunuh Diri
WA FB
Berita

Nahkoda Kapal Ferry di Danau Toba Diduga Bunuh Diri

T Editor : Tumpal Pandapotan | 22 Feb 2026 | 20:00 WIB
Nahkoda Kapal Ferry di Danau Toba Diduga Bunuh Diri
Nakhoda KMP Kaldera Toba meninggal.

Toba, Sinata.id - Kawasan Pelabuhan Mulia Raja, Balige, Toba mendadak gempar menyusul penemuan jenazah seorang nahkoda KMP Kaldera Toba di dalam sebuah gudang pada Jumat (20/2/2026) siang. Korban yang diketahui bernama Tunggul Simanjuntak (52), ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di area Gudang Wings Ramdor sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Balige, AKP Libertius Siahaan, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban merupakan warga Kabupaten Tangerang, Banten, yang bertugas pada salah satu kapal penumpang di kawasan Danau Toba.

Penemuan oleh Rekan Kerja

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh dua orang Anak Buah Kapal (ABK), Pradipta Marbun (23) dan Joni Andre Manullang (21). Saat itu, keduanya bermaksud mengambil helm di dalam gudang yang terletak tepat di depan kapal tempat mereka bekerja.

"Saat membuka pintu gudang yang sebelumnya tertutup, saksi melihat korban dalam kondisi tergantung menggunakan sehelai selimut kecil berwarna biru kehijauan yang diikatkan pada pipa besi di dinding gudang," ujar AKP Libertius Siahaan.

Melihat kondisi tersebut, kedua saksi segera melapor kepada awak kapal lainnya dan meneruskan informasi ke Polsek Balige. Petugas bersama Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Toba kemudian mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Umum Porsea untuk menjalani pemeriksaan medis.

Dugaan Faktor Kesehatan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung kronis. Tunggul dilaporkan telah menjalani prosedur pemasangan ring dan sempat mendapat saran medis untuk melakukan operasi bypass.

Kondisi kesehatan yang menurun ini diduga menjadi beban pikiran bagi korban. Rekan-rekan kerjanya memastikan bahwa selama ini tidak ada konflik internal maupun masalah pekerjaan yang melibatkan nahkoda tersebut.

Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui tidak menunjukkan aktivitas sejak pagi hari. Pintu kamarnya ditemukan dalam kondisi tidak terkunci dengan ponsel yang tergeletak di atas meja, sebuah situasi yang tidak biasa bagi korban.

Barang Bukti

Dalam proses identifikasi di lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kejadian. Barang-barang tersebut meliputi: satu helai selimut kecil berwarna biru kehijauan, sepasang sandal jepit, dokumen identitas pribadi dan berbagai macam obat-obatan milik korban.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.