Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Minyak Jelantah Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat, Apresiasi Mengalir

minyak jelantah yang dikumpulkan ibu-ibu pkk di semarang dan daerah istimewa yogyakarta (diy) kini diolah menjadi bahan bakar pesawat atau avtur di kilang cilacap.
Anggota DPR RI, Rokhmat Ardiyan (ft: parlementaria)

Yogyakarta, Sinata.id – Inovasi pengolahan limbah rumah tangga kembali mencuri perhatian.

Minyak jelantah yang dikumpulkan ibu-ibu PKK di Semarang dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini diolah menjadi bahan bakar pesawat atau avtur di Kilang Cilacap.

Advertisement

Program ini menjadi bagian dari upaya pemanfaatan limbah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai inisiatif ini membawa dampak positif, baik bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan usai mengikuti Kunjungan Kerja Masa Reses Komisi XII DPR RI di Kota Yogyakarta, Kamis (23/4/2026).

Menurut Rokhmat, minyak jelantah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah berbahaya kini memiliki nilai tambah. Pengolahannya menjadi avtur dinilai sebagai terobosan penting dalam pemanfaatan energi alternatif.

Baca Juga  Pemerintah Siapkan THR ASN Rp55 Triliun, Cair Bertahap Mulai 26 Februari

Ia juga menyoroti peran aktif masyarakat, khususnya kelompok PKK, dalam mendukung rantai pasok ekonomi sirkular. Keterlibatan ini tidak hanya mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang pendapatan baru di tingkat lokal.

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra itu mendorong Pertamina untuk terus meningkatkan kinerja. Terutama dalam menjaga ketersediaan energi seperti BBM dan LPG.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan, kemandirian, dan swasembada energi nasional.

Program pengolahan minyak jelantah menjadi avtur ini pun dianggap sebagai contoh sinergi antara masyarakat, BUMN, dan pemerintah dalam mendorong transisi energi berkelanjutan berbasis kerakyatan. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini