MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Minggu Akhir Tahun Gerejawi: Mengingat Kematian, Menghayati Hidup Dala...
WA FB
Religi

Minggu Akhir Tahun Gerejawi: Mengingat Kematian, Menghayati Hidup Dalam Kristus

F Editor : Ferry SP Sinamo | 23 Nov 2025 | 07:30 WIB
Minggu Akhir Tahun Gerejawi: Mengingat Kematian, Menghayati Hidup Dalam Kristus
Pdt. Lukman Pasaribu, M.Th.

*3. Dimensi Pastoral yang Menguatkan Keluarga Berduka*

Bagi banyak keluarga, kehilangan tidak mudah. Ada yang meratap, menangis, bahkan menyimpan dukacita bertahun-tahun.

Gereja hadir sebagai pelukan spiritual yang menguatkan mereka, memberikan ruang penyembuhan dan penghiburan.

Litani pembacaan nama menjadi tanda bahwa air mata keluarga tidak pernah berjalan sendirian—gereja memikulnya bersama.

*4. Pengingat Bagi Jemaat yang Masih Hidup*

Pembacaan nama-nama itu juga menjadi pesan lembut bagi jemaat yang hidup: bahwa dunia ini fana, dan kehidupan harus dijalani dengan kasih, pelayanan, kesetiaan, serta pengharapan yang teguh. Nilai-nilai rohani yang diwariskan mereka yang telah mendahului harus diteruskan dalam kehidupan jemaat saat ini.

*5. Gereja Sebagai Persekutuan Lintas Generasi*

Perayaan ini mengingatkan bahwa gereja adalah persekutuan orang-orang yang pernah hidup, yang sedang hidup, dan yang kelak akan hidup dalam Kristus.

Hidup, mati, dan kebangkitan berada di bawah pemerintahan Kristus Sang Raja. Di penghujung Tahun Gerejawi ini, gereja menegaskan bahwa seluruh sejarah bermuara kepada Kristus, Sang Alfa dan Omega.

*MEMENTO MORI* — Ingatlah hari kematianmu, agar engkau hidup dengan benar.

Dalam Kristus, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju hidup yang kekal. Kiranya umat memasuki Tahun Gerejawi yang baru dengan hati yang tertata, iman yang teguh, dan pengharapan yang berakar pada Kristus, Raja atas seluruh sejarah.(A27).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.