Perubahan paling mencolok adalah kesediaan mereka untuk menderita bahkan mati demi kebenaran kebangkitan. Seseorang mungkin rela mati untuk sesuatu yang diyakininya benar, tetapi tidak untuk sesuatu yang ia tahu adalah kebohongan.
Sukacita dalam Penderitaan: βRasul-rasul itu meninggalkan sidang Sanhedrin dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.β (Kisah Para Rasul 5:41)
Kebangkitan Tuhan Yesus bukan hanya peristiwa iman, tetapi realitas yang mengubah hidup secara radikal. Perubahan para murid menjadi saksi yang berani, teguh dalam keyakinan, memahami tujuan hidup, bahkan rela menderita hingga mati, merupakan kesaksian hidup yang tidak terbantahkan.
Apa yang terjadi pada mereka menjadi cermin bagi setiap orang percaya saat ini bahwa kuasa kebangkitan tidak berhenti di masa lalu, melainkan terus bekerja hingga sekarang. Ketakutan dapat diubah menjadi keberanian, keraguan menjadi iman yang kokoh, dan kehidupan biasa menjadi alat kemuliaan Tuhan.
Kiranya setiap orang percaya tidak hanya mengetahui kebangkitan Kristus, tetapi juga mengalami kuasa-Nya secara pribadi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu menjadi saksi yang hidup, setia, dan berdampak bagi dunia. (A27)
Β
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.