MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Meneguhkan Iman tentang Doa, Kerendahan Hati, dan Keberhasilan Sejati
WA FB
Religi

Meneguhkan Iman tentang Doa, Kerendahan Hati, dan Keberhasilan Sejati

F Editor : Ferry SP Sinamo | 19 Dec 2025 | 05:02 WIB
Meneguhkan Iman tentang Doa, Kerendahan Hati, dan Keberhasilan Sejati
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH Firman Tuhan dalam Ayub 22:27–30 menyampaikan pesan rohani yang kuat tentang hubungan antara doa, kerendahan hati, dan keberhasilan hidup. Melalui ayat-ayat ini, umat percaya diajak memahami bahwa keberhasilan sejati tidak semata-mata diukur dari capaian materi, melainkan dari perkenanan Tuhan atas hidup yang takut akan Dia.

Ayub 22:27 menegaskan bahwa doa yang dinaikkan dengan hati yang benar akan didengar oleh Tuhan, dan nazar yang diucapkan akan ditunaikan. Ini menunjukkan pentingnya komitmen iman serta integritas hidup dalam relasi manusia dengan Sang Pencipta. Doa bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud ketergantungan total kepada Tuhan.

Selanjutnya, firman tersebut menyatakan bahwa keputusan yang diambil dengan dasar iman akan mencapai tujuannya, karena terang Tuhan menyinari jalan orang yang bersandar kepada-Nya. Di tengah berbagai tantangan hidup, Tuhan berjanji memberi kejelasan arah bagi mereka yang hidup dalam kebenaran dan kerendahan hati.

Ayub juga menegaskan prinsip rohani bahwa Tuhan merendahkan orang yang angkuh, tetapi menyelamatkan mereka yang menundukkan diri di hadapan-Nya. Kerendahan hati menjadi kunci pemeliharaan ilahi, bahkan bagi orang yang berada di tengah tekanan, fitnah, dan ketidakadilan.

Pesan ini sejalan dengan Mazmur 1:1–6 yang menggambarkan orang benar seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air—berbuah pada waktunya dan tidak layu daunnya. Keberhasilan yang dijanjikan Firman Tuhan lahir dari kehidupan yang menjauhi jalan orang fasik serta menjadikan Firman Tuhan sebagai kesukaan dan perenungan siang dan malam.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa keberhasilan dan keselamatan sejati berasal dari hidup yang takut akan Tuhan, setia dalam doa, dan rendah hati di hadapan-Nya. Dalam setiap langkah kehidupan, bersandarlah kepada Tuhan yang hidup, sebab Dialah yang memelihara, menuntun, dan menguatkan umat-Nya dengan kasih setia yang tidak berkesudahan. Shalom. (A27)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.