MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Menag Apresiasi Peran BKMT, Soroti Pentingnya Regenerasi Kepemimpinan
WA FB
Nasional

Menag Apresiasi Peran BKMT, Soroti Pentingnya Regenerasi Kepemimpinan

T Editor : Tumpal Pandapotan | 27 Feb 2026 | 23:12 WIB
Menag Apresiasi Peran BKMT, Soroti Pentingnya Regenerasi Kepemimpinan
Menag Nasaruddin

Jakarta, Sinata.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong pembenahan sistem kepengurusan dan kaderisasi di tubuh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) agar organisasi tersebut tetap relevan menghadapi dinamika sosial yang terus berubah. Ia menekankan pentingnya regenerasi untuk menarik minat muslimah usia muda, sehingga majelis taklim tidak lagi dipersepsikan sebagai ruang eksklusif bagi jamaah senior.

Pesan itu disampaikan Nasaruddin saat menerima audiensi Pengurus Pusat BKMT di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia menilai pertumbuhan majelis taklim di Indonesia menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Namun, menurutnya, perkembangan kuantitatif harus diimbangi pembaruan tata kelola organisasi agar tetap adaptif terhadap perubahan zaman.

“BKMT harus mengakomodasi semuanya. Kita ingin ada wajah mudanya ikut. Jangan berhenti pada image ‘emak-emak’. Karena BKMT ini milik umat,” ujar Nasaruddin.

Ia juga mengingatkan agar karakter BKMT sebagai organisasi umat tetap dijaga—inklusif dan independen—serta menghadirkan program pembinaan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

Baca: Kementerian Agama Rombak Jajaran Pimpinan, 16 Pejabat Dilantik

Sementara itu, Ketua Umum BKMT Syifa Fauziah memaparkan bahwa memasuki usia ke-45 tahun, komposisi jamaah BKMT masih didominasi kelompok usia senior. Sekitar 85 persen anggota berusia di atas 50 tahun, dengan latar belakang ibu rumah tangga, pensiunan, dan mereka yang sudah tidak aktif bekerja.

Meski demikian, Syifa menegaskan para anggota tetap aktif dan produktif dalam kegiatan pembinaan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Jaringan organisasi, lanjutnya, telah terbentuk hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai ranting, bahkan menjangkau wilayah pelosok.

Menurut Syifa, penguatan kaderisasi menjadi kebutuhan strategis agar organisasi dapat tumbuh berkelanjutan. Di sejumlah daerah memang mulai muncul partisipasi ibu-ibu muda, tetapi proporsinya masih terbatas dibanding kelompok usia senior.

Menanggapi hal itu, Nasaruddin mengapresiasi kontribusi BKMT dalam memperkuat pembinaan umat melalui majelis taklim. Ia menilai perkembangan majelis taklim di berbagai daerah tidak terlepas dari peran BKMT yang mendorong lahirnya kelompok-kelompok pengajian baru dan memperluas jangkauan dakwah.

Pertemuan tersebut juga membahas persiapan Milad ke-45 BKMT yang puncaknya dijadwalkan pada September 2026. Menteri Agama berharap momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas program pembinaan, serta membangun sistem kaderisasi yang menjamin kesinambungan kepemimpinan di masa mendatang. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.