Dikebingungan yang melanda, AJA bermohon agar pihak kepolisian membantu dan melindunginya . Ia meyakini, tidak ada lagi keluarganya yang akan berani menjemputnya, karena semua sudah diteror.
"Pak Kapolres tolong aku. Ayahku tidak tau dimana keberadaannya," lirih AJA dengan linangan air mata. (A1)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.