Oleh: Kolom Rohani
Waktu merupakan salah satu anugerah paling berharga yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang diberi kesempatan yang sama 24 jam dalam sehari namun hasil yang diperoleh sangat bergantung pada bagaimana waktu tersebut dimanfaatkan.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, manusia kini dimudahkan untuk mengakses berbagai informasi dan hiburan melalui gadget. Tayangan yang terlewat dapat diputar kembali, informasi yang belum didengar dapat dicari ulang. Namun, satu hal yang tidak dapat diulang adalah waktu dan kesempatan yang telah berlalu.
Hal ini menjadi pengingat penting bahwa setiap detik yang terlewati memiliki nilai yang tidak tergantikan. Kesempatan yang diabaikan hari ini belum tentu datang kembali di masa depan. Pepatah lama menyebutkan bahwa kesempatan yang sama tidak akan terulang dua kali. Oleh karena itu, kebijaksanaan dalam mengelola waktu menjadi kunci utama dalam menjalani kehidupan yang bermakna.
Dalam Mazmur 119:66 tertulis:
βAjarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.β
Ayat ini menegaskan pentingnya memohon hikmat dari Tuhan agar setiap langkah hidup dipenuhi dengan keputusan yang benar. Kebijaksanaan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang kemampuan untuk menggunakan waktu dengan tepat, memilih prioritas yang benar, serta hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
Mengisi waktu dengan hal-hal positif seperti bekerja dengan sungguh-sungguh, membangun relasi yang baik, memperdalam iman, serta menolong sesama merupakan bentuk nyata dari kehidupan yang bijaksana. Sebaliknya, menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak membangun hanya akan membawa penyesalan di kemudian hari.
Dalam konteks kehidupan modern, tantangan terbesar bukanlah kurangnya waktu, melainkan kurangnya kesadaran untuk menggunakannya secara bijak. Oleh karena itu, setiap individu dituntut untuk lebih disiplin, selektif, dan bertanggung jawab dalam mengatur waktu yang dimiliki.
Hidup yang terarah dimulai dari keputusan-keputusan kecil setiap hari. Apa yang dilakukan hari ini akan menentukan masa depan. Maka, bijaksanalah dalam setiap pilihan, karena waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.
Waktu adalah titipan Tuhan yang tidak dapat dibeli, diulang, atau dikembalikan. Gunakanlah setiap kesempatan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Mintalah hikmat dari Tuhan agar setiap langkah kita tidak sia-sia, melainkan menjadi berkat bagi diri sendiri dan orang lain.
Sebab pada akhirnya, bukan seberapa lama kita hidup yang menjadi ukuran, tetapi seberapa bijak kita mengisi waktu yang telah Tuhan percayakan. Tuhan Yesus memberkati.(A27).








Jadilah yang pertama berkomentar di sini