Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Mainan Magnet Telan Korban, Bocah 13 Tahun di Selandia Baru Jalani Operasi Darurat

mainan magnet telan korban, bocah 13 tahun di selandia baru jalani operasi darurat
Gambar ilustrasi. AI

Selandia Baru, Sinata.id – Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun di Selandia Baru menjalani operasi darurat setelah menelan sekitar 80 hingga 100 mainan magnet.

Akibatnya, menurut laporan New Zealand Medical Journal, sebagian ususnya harus diangkat karena mengalami kerusakan parah.

Advertisement

Menurut laporan medis, magnet berukuran kecil, masing-masing sekitar 5 milimeter kali 2 milimeter, menggumpal dan saling menarik di dalam tubuh anak tersebut.

Tarikan magnet yang kuat menyebabkan bagian usus saling menempel, memicu nekrosis (kematian jaringan), perforasi, serta infeksi serius yang dapat mengancam jiwa.

Anak yang identitasnya dirahasiakan itu mengalami sakit perut selama empat hari sebelum dibawa ke rumah sakit. Ia mengaku menelan magnet sekitar sepekan sebelumnya.

Baca Juga  Mojtaba Khamenei Naik Jadi Pemimpin Iran, Sinyal Perang Timur Tengah Tak Akan Segera Berakhir

Hasil pemindaian menunjukkan magnet telah membentuk empat rantai di perut bagian kanan bawah, menarik beberapa bagian usus dengan gaya magnet yang kuat hingga mengganggu hasil citra medis.

Tim dokter kemudian melakukan operasi eksploratif dan menemukan kerusakan parah pada usus halus serta usus besar akibat tekanan magnet.

Seluruh magnet berhasil diangkat, namun sebagian jaringan usus terpaksa dibuang. Pasien dirawat selama delapan hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

Kasus ini memunculkan kembali kekhawatiran terhadap bahaya magnet neodymium yang banyak dijual sebagai mainan atau pereda stres untuk orang dewasa.

Meski Selandia Baru dan Australia telah melarang peredarannya, penegakan aturan dinilai masih lemah karena magnet serupa tetap mudah ditemukan secara daring dengan harga murah.

Baca Juga  Konflik Taliban vs Pakistan Meledak!

Anak tersebut diketahui membeli magnet dari toko di platform e-dagang Temu. Juru bicara perusahaan menyatakan tidak dapat memverifikasi klaim tersebut, namun memastikan produk yang dijual telah sesuai dengan regulasi Selandia Baru.

β€œMagnet bisa berbahaya jika tertelan. Kami mendukung peningkatan kesadaran publik mengenai risikonya,” kata pihak Temu. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini